Juli 27, 2026

Media Terpercaya

Batam Tidak Masuk 10 Kota Maju Sumatra Versi IDSD

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Kota Batam belum masuk dalam daftar 10 besar kota maju di Pulau Sumatra berdasarkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025. Padahal, Batam selama ini dikenal sebagai salah satu pusat industri, investasi, dan pertumbuhan ekonomi terbesar di kawasan Sumatra.

Berdasarkan pemeringkatan IDSD 2025, posisi teratas kota maju di Sumatra ditempati Kota Medan dengan indeks 4,32. Selanjutnya Padang dengan indeks 4,25, Pekanbaru dan Palembang masing-masing 4,23, Metro 4,19, serta Tanjungpinang di posisi keenam dengan indeks 4,17.

Sementara Batam tidak masuk dalam daftar 10 besar kota dengan daya saing daerah tertinggi di Sumatra.

Menanggapi hasil tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, mengatakan pemerintah daerah masih melakukan pendalaman terkait faktor yang membuat Batam belum masuk dalam daftar tersebut.

“Iya, saya cek dulu ke Bappeda. Karena penilaian ini menggunakan banyak faktor dan indikator, bukan hanya satu aspek saja,” ujar Firmansyah kepada awak media, Minggu (26/7/2026).

Menurut dia, pengukuran daya saing daerah tidak hanya melihat capaian ekonomi, tetapi juga berbagai aspek pembangunan lainnya yang menjadi indikator penilaian.

Tak Hanya Diukur dari Investasi

Selama ini, Batam dikenal sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat. Kota industri ini menjadi tujuan investasi Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sekaligus memiliki status kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas.

Namun, capaian ekonomi tersebut belum otomatis membuat Batam berada di posisi teratas dalam indeks daya saing daerah.

IDSD yang disusun Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai berbagai indikator pembangunan daerah. Penilaian tersebut mencakup aspek kelembagaan, infrastruktur, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, stabilitas ekonomi, kesehatan, keterampilan tenaga kerja, pasar tenaga kerja, sistem keuangan, ukuran pasar, dinamika bisnis, hingga kemampuan inovasi daerah.

Berita lainnya  Pemko Batam Perkuat Kesiapan Perbatasan, Belakang Padang Masuk Program Prioritas Nasional

Artinya, ukuran kota maju tidak hanya dilihat dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga bagaimana pemerintah daerah mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Masih Ada Pekerjaan Rumah

Meski menjadi penggerak utama ekonomi Kepulauan Riau, Batam masih menghadapi sejumlah persoalan yang menjadi tantangan pembangunan.

Beberapa isu yang masih mendapat perhatian masyarakat antara lain persoalan banjir, pengelolaan sampah, keterbatasan layanan air bersih di sejumlah wilayah, kemacetan, hingga persoalan sosial lainnya.

Dari sisi ketenagakerjaan, Batam juga masih menghadapi tantangan dengan tingkat pengangguran yang relatif tinggi dibanding rata-rata nasional. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah di tengah pertumbuhan industri yang terus berkembang.

Selain itu, pembangunan kota maju juga berkaitan dengan pemerataan kesejahteraan, kualitas pelayanan publik, lingkungan yang berkelanjutan, serta kemampuan pemerintah menghadirkan ruang hidup yang nyaman bagi masyarakat.

Karena itu, hasil IDSD 2025 dapat menjadi bahan evaluasi bagi Pemko Batam untuk melihat sektor mana yang masih perlu diperkuat agar daya saing daerah meningkat.

Firmansyah mengatakan pihaknya masih menunggu hasil kajian dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Batam terkait indikator yang perlu menjadi perhatian.
(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.