September 9, 2026

Media Terpercaya

KABID HUMAS POLDA KEPRI HADIRI KEGIATAN PELANTIKAN DAN PENGUKUHAN DEWAN PIMPINAN DAERAH HIMPUNAN NELAYAN SELURUH INDONESIA PROVINSI KEPRI PERIODE TAHUN 2023 – 2028

2 min read

Nusantaratoday.net, Batam || Kabidhumas Polda Kepri Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si., hadiri kegiatan Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Kepri Periode Tahun 2023 – 2028 di Hotel Aston, Kota Tanjungpinang. Senin (27/11/2023).

Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Kepri yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi Dan Pembangunan Budi Harto, S. Sos. M.A.P., Ketua Umum DPP Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Herman Hery, Pangkoarmada I diwakili Aspotmar Koarmada I Tanjungpinang Kolonel Philpus, Kogabwilhan I diwakili Kolonel M. Zulham, Kapolda Kepri yang diwakili Kabidhumas Polda Kepri Kombes. Pol .Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si., Danrem diwakili Dandenkes Korem 033 WP Kolonel CKM Jonner Samosir SE. Fsi. MM., Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HNSI, Lydia Assegaf, Kadis Potmar Koarmada I Tanjungpinang Kolonel Lili, Ketua DPD HNSI Provinsi Kepri, H. Eko Prihatnanto, Forkopimda Provinsi Kepri, Kapolresta Tanjungpinang yang diwakili Kasat Binmas Polresta Tanjungpinang AKP Narsanta, KSOP kelas I Tanjungpinang diwakili Kasi SHSK, Sumidi, Staf dan Pengurus HNSI Se- Provinsi Kepri dan para nelayan Kab/Kota se-Provinsi Kepri.

Dalam sambutannya, Gubernur Provinsi Kepri diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi Dan Pembangunan Budi Harto, S. Sos. M.A.P., menyampaikan bahwa Provinsi Kepulauan Riau memiliki banyak pulau di wilayahnya yaitu  sejumlah 2.408 pulau dan wilayahnya ini didominasi oleh lautan seluas 96%. Dengan karakteristik geografis tersebut, Kepulauan Riau menghadapi sejumlah tantangan unik yang melibatkan aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan infrastruktur.

“Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sangat mendukung dan mengapresiasi kepada HNSI Kepulauan Riau atas upaya dalam peningkatan kesejahteraan nelayan di Kepri. Melalui berbagai kebijakan yang telah diambil oleh Pemerintah Provinsi yang berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pihak, membuahkan berbagai capaian diantaranya,” ucap Staf Ahli Bidang Ekonomi Dan Pembangunan Budi Harto, S. Sos. M.A.P.

Berita lainnya  Terkait HPN 2025, Pers Akurat dan Faktual Pondasi Demokrasi Sehat Menuju Indonesia Berdaulat

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD HNSI Provinsi Kepri, H. Eko Prihatnanto mengucapkan terimakasih kepada para Ketua DPC Kab/Kota Se-Provinsi Kepri yang telah memilih saya sebagai Pimpinan Daerah Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Kepulauan Riau Periode tahun 2023 – 2028.

“Saya juga menyampaikan bahwa daerah globalisasi tidak mudah dan banyak persoalan yang dialami nelayan dan juga kelangkaan BBM hal tersebut akan kita sampaikan kepada Kementrian Kelautan dan Perikanan dalam mencari solusi yang lebih baik kembali, kedepannya mari kita saling bahu membahu dalam membangun perikanan di Provinsi kepri dengan berkolaborasi bersama TNI/Polri dan Instansi terkait Provinsi Kepri,” – tutup Ketua DPD HNSI Provinsi Kepri, H. Eko Prihatnanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.