September 7, 2026

Media Terpercaya

Amsakar Turun ke Lapangan, BP Batam Kebut Pemulihan Air di Wilayah Stress Area

3 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABHi) terus mempercepat pemulihan sekaligus meningkatkan layanan air bersih pasca perbaikan dan relokasi pipa transmisi berdiameter 800 milimeter di kawasan Muka Kuning.

Berdasarkan hasil pemantauan teknis, distribusi air di sebagian besar wilayah yang sebelumnya terdampak kini mulai kembali normal. Namun, sejumlah kawasan yang masuk kategori stress area atau berada di ujung jaringan distribusi masih menjadi fokus penanganan.

Wilayah tersebut meliputi Sei Lekop, Sagulung Baru (Saguba), Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong, serta kawasan Marina yang mencakup Fantasy Residence, Galaxy, Jupiter, dan sekitarnya.

BP Batam menjelaskan, keterbatasan pasokan di kawasan tersebut bukan semata-mata akibat pekerjaan relokasi pipa di Muka Kuning. Secara teknis, wilayah tersebut berada di ujung jaringan dengan elevasi yang relatif tinggi sehingga sejak lama menerima tekanan air yang rendah atau durasi aliran yang terbatas.

Amsakar Tinjau Langsung Kondisi Warga

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, turun langsung meninjau kondisi warga di Kavling Sagulung Berseri, Sei Lekop, RW 8 RT 3 dan RT 5, Jumat (4/9/2026).

Kunjungan itu dilakukan untuk melihat langsung persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus memastikan solusi jangka pendek maupun jangka panjang segera dijalankan.

Dalam dialog dengan warga, diketahui persoalan keterbatasan suplai air telah berlangsung cukup lama. Di kawasan tersebut terdapat sekitar 65 kepala keluarga yang terdampak, terdiri dari sekitar 21 kepala keluarga di RT 3 dan  45 kepala keluarga di RT 5.

Salah seorang warga, Parna, mengapresiasi kehadiran langsung Kepala BP Batam yang dinilai menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan air bersih.

Amsakar menegaskan kebutuhan dasar masyarakat harus tetap terpenuhi selama proses penguatan jaringan berlangsung.

Berita lainnya  Pelabuhan Ferry Harbour Bay Terapkan E-Ticketing

“Penyelesaiannya memang membutuhkan waktu, tetapi selama proses itu berjalan, suplai melalui mobil tangki harus tetap dilakukan. Tidak ada cerita, ini harus selesai,” tegas Amsakar kepada jajaran SPAM dan PT Air Batam Hilir.

Ia juga meminta jajaran terkait menghitung kebutuhan armada tangki secara akurat agar distribusi air bersih dapat menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.

Selain itu, BP Batam menyiapkan penambahan armada mobil tangki, termasuk melalui pengalihan anggaran multiyears guna memperkuat distribusi air bersih.

“Harapan saya, paling lambat akhir November atau Desember pekerjaan ini selesai dan selama prosesnya warga tetap mendapat suplai air bersih,” ujarnya.

Distribusi Air Tangki Diperkuat

Sebagai solusi jangka pendek, BP Batam bersama PT Air Batam Hilir mengintensifkan distribusi air menggunakan mobil tangki secara terjadwal ke sejumlah kawasan prioritas.

Wilayah yang menjadi fokus distribusi meliputi Sei Lekop, Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong Permai, Bengkong Harapan, Bengkong Palapa, Kavling Berseri, serta sejumlah fasilitas publik dan permukiman lainnya sesuai kebutuhan di lapangan.

Distribusi dilakukan secara berkala agar masyarakat tetap memperoleh akses air bersih selama proses peningkatan jaringan distribusi berlangsung.

Penguatan Jaringan Dikebut

Di saat yang sama, BP Batam dan PT Air Batam Hilir terus mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan sebagai solusi jangka menengah dan panjang.

Untuk kawasan Saguba, Sei Lekop, serta sebagian wilayah Marina, penguatan jaringan distribusi telah masuk dalam program prioritas (Quick Win) guna meningkatkan debit dan tekanan air ke kawasan ujung jaringan.

Pekerjaan jaringan primer dan tersier telah berjalan sejak Agustus 2026, sedangkan jaringan sekunder ditargetkan selesai pada akhir November 2026. Secara keseluruhan, proyek penguatan jaringan ditargetkan rampung sebelum akhir tahun 2026.

Berita lainnya  Wakil Kepala BP Batam Li Claudia, Selesaikan Persoalan UWT Warga Puskopar

Sementara itu, penguatan jaringan di kawasan Tanjung Sengkuang, Batu Merah, dan Bengkong melalui Segmen Sukajadi–M3G serta Segmen Ozon–Bukit Senyum telah berlangsung sejak Mei 2026 dan ditargetkan selesai pada September 2026.

Dengan rampungnya proyek tersebut, tekanan dan keandalan distribusi air di kawasan tersebut diharapkan meningkat secara signifikan.

BP Batam Fokus pada Solusi Jangka Pendek dan Permanen

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menegaskan penanganan dilakukan melalui dua pendekatan, yakni memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi saat ini sekaligus membangun sistem distribusi yang lebih andal untuk jangka panjang.

“BP Batam bersama PT Air Batam Hilir bekerja dengan skala prioritas yang jelas. Pengiriman armada tangki kami fokuskan secara teratur di kawasan prioritas penanganan darurat, sementara tim teknis terus mempercepat penyelesaian proyek penguatan jaringan pipa agar warga di area ujung jaringan memperoleh suplai air yang lebih optimal dan permanen,” kata Denny.

Menurutnya, target utama bukan hanya memenuhi kebutuhan air masyarakat saat ini, tetapi juga menghadirkan sistem distribusi yang lebih kuat sehingga kualitas pelayanan air bersih di Kota Batam terus meningkat.

BP Batam juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas dukungan, kesabaran, dan kerja sama selama proses perbaikan jaringan berlangsung. Bersama PT Air Batam Hilir, BP Batam berkomitmen terus memberikan informasi perkembangan operasional secara terbuka, akurat, dan berkala sebagai bentuk kepastian layanan kepada masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.