September 9, 2026

Media Terpercaya

Tim Pansus DPRD Batam Laporkan Hasil Rapat Paripurna, Penempatan Tenaga Kerja Jadi Prioritas

2 min read

Nusantaratoday.net, Batam || Rapat Paripurna DPRD Kota Batam ke satu masa persidangan dua, tahun sidang tahun 2024 dipimpin oleh Wakil Ketua 1 DPRD Kota Batam, M. Kamaluddin pada Rabu (31/1/2024).

Agenda rapat paripurna DPRD Kota Batam tersebut membahas laporan Panitia Khusus (Pansus) terkait pembahasan Ranperda penyelenggaraan penempatan tenaga kerja, sekaligus pengambilan keputusan.

Dalam laporannya, penguatan substansi Ranperda menjadi perhatian Tim Pansus, dimulai melalui proses uji publik melibatkan Focus Group Discussion, serikat pekerja, gabungan perusahaan, penyedia jasa tenaga kerja (LPTKS), dan akademisi yang dianggap mampu memberikan pendapat yang komprehensif dan objektif.

Langkah ini diambil untuk mengakomodir kepentingan banyak pihak yang berkontribusi pada seluruh lapisan masyarakat, sebagai ujung tombak instrumen penting dalam terbentuknya regulasi ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Tim Pansus dalam sidang paripurna pembahasan Ranperda Penempatan Tenaga Kerja DPRD Kota Batam tahap Laporan Akhir pembahasan tingkat I (pertama).

Upaya peningkatan pemberdayaan masyarakat (empowerment) menjadi fokus utama, sebagai dasar penggunaan tenaga kerja lokal yang masih sangat rendah di Kota Batam.

Oleh karena itu, perlu diatur dalam sebuah regulasi yang kuat, mudah, dan efisien, dengan memperhatikan potensi dan keunggulan daerah yang dimiliki saat ini.

Setelah Tim Pansus membahas hal tersebut di atas, serta melewati proses fasilitasi, Ranperda Penempatan Tenaga Kerja ini dinyatakan memenuhi kriteria.

Keputusan ini didasarkan pada kesesuaian dengan Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor: 188/439/OTDA tanggal 14 Januari 2022, yang telah selesai dibahas pada tingkat I (Pertama).

Oleh karena itu, Tim Pansus berharap agar Ranperda Penempatan Tenaga Kerja ini dapat segera disahkan atau diundangkan dari Rancangan Peraturan Daerah menjadi Peraturan Daerah (PERDA).

Dengan terbitnya Peraturan Daerah ini, diharapkan pemerataan kesempatan kerja dapat dirasakan oleh seluruh angkatan kerja produktif yang berada di Kota Batam.

Berita lainnya  Caleg-Caleg Kawakan Kota Batam, Walfentius Tindaon Teratas di Dapil 3 Kota Batam

Semua langkah ini diambil untuk menciptakan kemudahan dalam mendapatkan pekerjaan di masa depan. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.