September 9, 2026

Media Terpercaya

Khofifah Indar Parawansa Bakal Hadiri Pelantikan Marlin Agustina Rudi sebagai Ketua Muslimat NU Kepri

2 min read

Batam, Nusantaratoday.net || Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan bakal menghadiri pelantikan Marlin Agustina Rudi sebagai Ketua PW Muslimat Provinsi Kepri, Kamis (16/5/2024).

Bertempat di Harmoni One Hotel, Khofifah bersama tiga ribu undangan lainnya akan menyaksikan langsung pelantikan Marlin yang secara resmi terpilih dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) II PW Muslimat NU Kepri di Golden View Hotel Batam, Bengkong, akhir tahun lalu.

Orang nomor dua di Kepri itu pun mengaku senang dengan kehadiran Khofifah dan mengatakan bahwa Muslimat NU memiliki peran penting dalam membina dan mengembangkan peran muslimah dalam pengabdian masyarakat.

Marlin berharap, Muslimat NU dapat berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan kesehatan untuk mendukung kesejahteraan umat, khususnya di Provinsi Kepri ke depan.

“Saya berharap, pelantikan besok juga akan menjadi media silaturahmi dan penyatuan kekuatan bagi Daulat NU agar semakin maju dan mendorong perempuan Kepri,” kata Marlin di sela persiapan kegiatan, Rabu (15/5/2024).

Bunda Paud mendorong, Muslimat NU Kepri mampu untuk berkontribusi dan mengatasi persoalan bangsa.

Tidak hanya itu, lanjut Marlin, Muslimat NU Kepri juga harus memberikan pengaruh signifikan dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berpegang teguh pada agama dan pancasila.

“Jadilah Ibu yang sejati, namun tetap berdikari, menegakkan tiang agama, dan mampu berkontribusi dalam peran strategis untuk wilayah ini,” pesan Marlin yang juga merupakan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batam.

Tak lupa, Marlin berpesan agar Muslimat NU Kepri selain berfokus pada persoalan perempuan dan keluarga, juga mendukung pembangunan daerah.

“Perempuan juga memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan serta menjadi tempat untuk mencari inisiatif terbaik guna mendukung program-program pembangunan di seluruh wilayah di Provinsi Kepulauan Riau,” katanya lagi.

Berita lainnya  Malam Puncak HUT RI Ke-80, Perumahan Rindang Garden Gelar  Acara Malam Keakraban Dengan Meriah

Marlin juga mengajak masyarakat Batam menyambut rencana kehadiran
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa.

“Selamat datang kami ucapkan untuk Ketua Umum Ibu Khofifah Indar Parawangsa di tanah Melayu. Kami menyambut bahagia kehadiran ibu sekaligus sosok perempuan yang luar biasa bagi bangsa Indonesia,” tutup Marlin. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.