September 9, 2026

Media Terpercaya

Disnaker Minta Sesuaikan Kurikulum di Sekolah dan Minta Anak Muda Tingkatkan Skill Agar Diterima Kerja Setelah Tamat

2 min read

Oplus_131072

BATAM, Nusantaratoday.net – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan pada tahun 2023 terdapat sekitar 9,9 juta anak muda usia produktif yang tidak bekerja atau menganggur. Mereka menjadi pengangguran karena makin sulit mencari kerja di masa mendatang.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirty mengatakan, fenomena seperti itu sebenarnya sudah terjadi. Persaingan kerja saat ini, terutama di Batam, semakin ketat. Sementara itu, jumlah dan kondisi pencari kerja yang ada saat ini tidak bisa diserap seluruhnya oleh industri yang ada.

Rudi mengatakan Batam dikenal sebagai kota industri, paling banyak membutuhkan tenaga kerja di posisi welder, galangan kapal, hingga teknologi atau IT. Sementara, para pencari kerja di sini kebanyakan merupakan tamatan SMA non skill atau sarjana yang jurusannya tidak sesuai dengan dunia industri di Batam.

“Hal ini menjadi penyebab munculnya pengangguran. Serapan tenaga kerja rendah karena faktor tersebut,” ujar Rudi, pada Rabu (22/5/2024).

Ia menyebut angka pengangguran yang tinggi harus dimulai perbaikan dari bangku sekolah. Sekolah-sekolah, terutama pendidikan vokasi (SMK), dapat menyiapkan jurusan-jurusan atau mata pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Saat ini SMK terus menambah jurusan yang berkaitan dengan skill welder, offshore, teknik rekayasa, dan teknologi digital. Sementara itu, saat ini pendidikan vokasi yang tersedia kebanyakan baru mengarah pada bidang pariwisata.

“Kurikulum Merdeka sebenarnya sudah mengarah ke situ, tinggal bagaimana Pemerintah Daerah menyiapkan satuan pendidikan yang dapat menunjang program-programnya,” katanya.

Ia mencontohkan, negara Singapura sudah memiliki data anak-anak yang akan melanjutkan kuliah dan anak yang hanya lulusan SMA. Dari data itu, mereka yang tidak kuliah akan diberikan pendidikan dan pelatihan tambahan agar siap menjalani dunia kerja.

Berita lainnya  Polri: Pengamanan KTT AIS Forum 2023 Berjalan Aman dan Lancar

Kepada para pencari kerja di Batam, ia mengimbau untuk mempersiapkan diri dengan mengasah keahlian yang dibutuhkan di sektor industri di Batam, sehingga ketika pencaker datang ke Batam tidak akan lama menganggur. Sedangkan kepada anak muda Gen Z, ia mengimbau untuk memikirkan secara matang dalam memilih jurusan sekolah dan kuliah yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Kondisi saat ini para pencaker itu datang dulu baru dapat kerja atau tidak soal belakangan. Sehingga itulah mereka masuk dalam angka pengangguran terbuka, sampai mereka bisa terserap sebagai tenaga kerja,” paparnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung mengatakan saat ini untuk pendidikan terus meningkatkan pembangunan sekolah kejuruan.

“Kita membuka sekolah kejuruan agar anak-anak yang tidak melanjut bisa diasah sesuai dengan jurusan yang diinginkan. Jadi dalam penerimaan peserta didik baru tentu kita menerima dengan jurusan siswa agar mereka ketika tamat nanti bisa langsung terserap bekerja,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.