September 9, 2026

Media Terpercaya

Penggeledahan RSUD Embung Fatimah Batam: Terkait Dugaan Korupsi Anggaran 2016

1 min read

Oplus_131072

Batam, Nusantaratoday.net – Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam menggeledah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batu Aji, Kota Batam, pada Selasa, 30 Juli 2024 siang.

Penggeledahan tersebut dilakukan atas dugaan kasus tindak pidana korupsi terkait pengelolaan anggaran tahun 2016.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Batam, Tiyan Andes, membenarkan adanya penggeledahan yang dilakukan oleh penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus di RSUD Embung Fatimah.

“Iya, benar. Penggeledahan ini dilakukan atas dugaan kasus tindak pidana korupsi pengelolaan anggaran RSUD Embung Fatimah tahun 2016,” ujarnya kepada awak media saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, anggaran tersebut dibelanjakan untuk beberapa item yang diduga tidak memiliki Surat Pertanggungjawaban (SPJ) sehingga hal ini menjadi temuan Kejaksaan Negeri Batam.

“Anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja beberapa item tapi tidak didukung dengan SPJ,” jelas Tiyan.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa penggeledahan tersebut dilakukan guna mengumpulkan barang bukti atas temuan tersebut.

“Penggeledahan yang kami lakukan bertujuan untuk mencari dan mengumpulkan bukti SPJ anggaran tahun 2016. Dari hasil penggeledahan, kami menemukan 13 dus yang berisikan SPJ tahun anggaran 2016,” ungkapnya.

Atas temuan tersebut, pihak Kejaksaan turut menyita 13 dus SPJ yang akan dijadikan sebagai barang bukti dan bahan untuk pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) guna menghitung kerugian negara atas temuan ini.

“Untuk perhitungan ini, kami juga meminta bantuan kepada BPK untuk melakukan audit berapa kerugian negara,” kata Tiyan.

Hingga kini, penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Batam masih terus mendalami dan melakukan penyelidikan atas temuan tersebut. (red)

Berita lainnya  Batam Sumbang 83,6 Persen Investasi Asing di Provinsi Kepri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.