September 9, 2026

Media Terpercaya

Rakornas Pengawasan dan Pemutakhiran TLHP 2024, Marlin : Pengawasan Birokrasi Berperan Penting Dalam Pelayanan Masyarakat

2 min read

Batam, Nusantaratoday.net – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Marlin Agustina menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dan Pemutakhiran Tindak Lanjut Hasil Pengawasan (TLHP) Tahun 2024, di Swiss-Belhotel Harbour Bay pada Senin (7/10/2024) malam.

Acara ini dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri, untuk memperkuat sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah. Dengan diikuti oleh Pj Gubernur dan Kepala Inspektorat dari seluruh Indonesia.

Rakornas ini, dilaksanakan mulai dari tanggal 7-8 Oktober 2024, dengan mengangkat tema “Pengawasan Berdampak Terhadap Keberlanjutan Program Pembangunan Daerah”.

“Saya meyakini, koordinasi yang kita lakukan saat ini, sebagai wujud nyata dari komitmen yang kuat dan aksi nyata para pemangku kepentingan untuk menselaraskan pengawasan demi keberlanjutan pembangunan nasional,” ujar Marlin.

Lebih jauh Marlin menjelaskan, berbagai tantangan dan segala resiko pembangunan di NKRI ini secara nyata membutuhkan kekuatan dan partisipasi yang penuh. Segala skema kerja dari skenario pembangunan di negeri ini dengan segala kebutuhannya, perlu menghadirkan governansi stakeholder secara holistik.

“Kekuatan pengawasan birokrasi berperan penting sebagai garda terdepan dalam pemberian pelayanan yang prima kepada masyarakat,” tegas Marlin.

Marlin melanjutkan, koordinasi dan penguatan sinergitas pengawasan penyelenggaraan pemerintahan, adalah suatu keniscayaan dan suatu kebutuhan bagi aparat pengawas. Sebab, mustahil bila dapat melaksanakan pengawasan secara mandiri, tanpa adanya dukungan dan bantuan dari stakeholder terkait.

Sehingga esensi rapat koordinasi pengawasan bukanlah semata-mata bertemu dan bertatap muka. Namun, rapat koordinasi dan penguatan sinergi ini harus ada integrasi dan pemaduan seluruh sumber daya pengawasan yang ada.

“Sehingga, mencapai tujuan penyelenggaraan pemerintahan yang baik di pusat maupun di daerah,” katanya.

Oleh sebab itu, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di tingkat pusat maupun di kabupaten/kota dituntut harus mampu mendorong peningkatan pelayanan publik di wilayah kewenangannya masing-masing.

Berita lainnya  Wamen UMKM Tinjau Pasar Jodoh Tanjung Pantun, Dukung Penataan Jadi Destinasi Wisata Belanja

“Komitmen, kerjasama, komunikasi, dan dukungan bersama seluruh stakeholder dalam perencanaan, pengimplementasian, evaluasi, dan peningkatan secara berkelanjutan sebuah aksi yang sangat diperlukan,” tutupnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.