September 9, 2026

Media Terpercaya

Gelar Roadshow Chapter VIII, Jasa Raharja dan Fordigi BUMN Ajak Ribuan Mahasiswa di Bali Tingkatkan Kemampuan Digital

2 min read

Nusantaratoday.net, Bali || Roadshow Forum Digital Indonesia (Fordigi) BUMN yang diagendakan akan
digelar di 10 kota, kini sudah memasuki chapter 8. Kali ini, Fordigi Goes to Campus kembali dilaksanakan di Universitas Udayana (Unud) Bali, pada Sabtu (09/09/2023).
Fordigi kali mengusung tema “The Role of Digital Transformation in Small Medium Enterprises (SMEs)”. Total ada 2000 peserta dari kalangan mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini, 500 peserta hadir secara langsung, dan 1.500 peserta lainnya secara daring.

Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja, yang juga sebagai pengurus Bidang IV Fordigi BUMN, Munadi Herlambang, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Fordigi sebagai mitra Kementerian BUMN untuk mendorong
mahasiswa agar berperan aktif menjadi talenta digital berkualitas.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada mahasiswa tentang dunia digital dan membantu mereka mengasah keterampilan yang
relevan dengan tuntutan dunia kerja di era digital,” ujar Munadi, saat menjadi
pembicara pada sesi executive sharing.

Munadi berharap, peran aktif Fordigi BUMN dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mempersiapkan mahasiswa di seluruh Indonesia.

“Kami di Jasa Raharja, sebagai BUMN, juga terus mendorong generasi muda Indonesia untuk menjadi tenaga kerja yang siap menghadapi era digital yang semakin berkembang melalui berbagai kegiatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Tedi Bharata, mengatakan, bahwa transformasi digital dan talenta digital harus disiapkan, tidak hanya di BUMN, tetapi juga di kalangan swasta.

“Oleh karena itu, Fordigi sebagai mitra di Kementerian BUMN mendatangi berbagai perguruan untuk memberikan kesadaran kepada para generasi muda tentang pentingnya digitalisasi yang mendukung kehidupan manusia di masa depan,” ujarnya.

Berita lainnya  Kapolri Mutasi dan Rotasi Jabatan Dankorbrimob dan 6 Kapolda

Tak kalah dengan penyelenggaraan sebelumnya, kegiatan Fordigi di Universitas Udayana juga dikemas dalam berbagai kegiatan menarik seperti panel diskusi dan sharing session hingga menghadirkan pembicara-pembicara ahli di bidang digital dan teknologi informasi.

Pelaksanaan roadshow Fordigi Goes to Campus diharapkan mampu meningkatkan kapabilitas dan literasi digital di kalangan mahasiswa serta menciptakan dan mengembangkan talenta digital yang mampu berperan sebagai problem solver isu-isu
sosial dan masyarakat bagi lingkungan sekitarnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.