September 9, 2026

Media Terpercaya

Ratusan Wartawan Hadiri RAKERNAS I Pro Junalismedia Siber

2 min read

Nusantaratoday.net, Jakarta || Ratusan penulis dan wartawan lintas Nusantara yang tergabung di Pro Jurnalismedia Siber saat ini serentak menghadiri Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) pertama di Jakarta, ini merupakan salah satu komitmen bersama dalam membangun peradaban literasi.

Demikian pernyataan Andre Hariyanto, C.PS,CLMA,CT selaku ketua Dewan Pimpinan Pusat Bidang Pendidikan dan Pelatihan Pro Jurnalismedia Siber (PJS) dalam siaran persnya, Sabtu (28/10/2023).

“Selamat dan sukses Rapat Kerja Nasional 1 Pro Jurnalismedia Siber di Grand Palace Kemayoran Jakarta 28-30 Oktober 2023, semoga banyak lahir penulis atau wartawan hebat dan profesional dalam menjalankan tugasnya,” terang dan harap Mas Andre Hariyanto yang juga Owner dan Founder Lembaga AR Learning Center serta Yayasan Pusat Pembelajaran Nusantara.

Rakernas ini dihadiri peserta dari jajaran tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD),dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Indonesia, baik dari DPD Provinsi Sumatera Utara sampai DPD Provinsi Papua.

Dengan semangat semboyan Terwujudnya Transformasi Jurnalis Berintergritas, Kompeten dan Profesional, Rakernas kesatu ini PJS mengangkat tema “Wujudkan Wartawan Kompeten, Jadikan PJS Konstituen Dewan Pers”.

Sebagaimana informasi yang dihimpun, Rakernas PJS akan berlangsung selama 3 hari 2 malam dengan jadwal saat pembukaan Rakernas Pro Jurnalismedia Siber nantinya menghadirkan antara lain: Sambutan ketua umum PJS Mahmud Marhaba, Ketua Dewan Pers Dr. Ninik Rahayu, Menteri Kominfo RI Budi Arie Setiadi, dan Ir. H. La Nyalla Mahmud Mattalitti Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia sekaligus membuka kegiatan Rakernas PJS ke-1.

Salam kompeten dan salam perjuangan dakwah bil Qolam, yuk rekan – rekan PJS kita ciptakan suasana dan tekadkan peran kita menjadi Jurnalis anti-hoax serta terus mengabarkan kebenaran dan kebaikan,” tambah pemuda asal Surabaya Jawa Timur serta pendiri Taklim Jurnalistik.

Berita lainnya  Jasa Raharja Kepri Lakukan Perpanjangan Nota Kesepahaman Dengan Politeknik Negeri Batam

Mewakili pengurus Yayasan Pusat Pembelajaran Nusantara (YPPN) dan Manajemen Lembaga AR Learning Center (ALC), Mas Andre Hariyanto mendukung penuh program – program Pro Jurnalismedia Siber dan diharapkan bisa saling menjalin hubungan baik serta berkolaborasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.