September 8, 2026

Media Terpercaya

Gelar Rakornas, Tim Pembina Samsat Nasional Perkuat Sinergi untuk Dorong Kepatuhan Masyarakat Membayar Pajak

2 min read

Nusantaratoday.net, Palembang || Tim Pembina Samsat Nasional menggelar Rapat Koordinasi Nasional
(Rakornas) Pendapatan dan Keuangan Daerah Tahun 2023. Agenda bertajuk
“Optimalisasi Pendataan dan Peningkatan Pajak Kendaraan Bermotor dan Pemanfaatan SIPD” itu dilaksanakan di Hotel Novotel Palembang, pada Selasa
(14/11/2023).

Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Pj) Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Dr.Drs. H. A. Fathoni, M.Si., menyatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan wujud
komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk meningkatkan pendapatan pada akhir tahun, yang merupakan instrumen penting dalam pembangunan. “Salah satu langkahnya adalah melalui peningkatan pajak kendaraan bermotor dan
optimalisasi pemanfaatan SIPD,” ujarnya.

Fathoni menegaskan dukungannya terhadap upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak, termasuk pajak kendaraan bermotor yang
menjadi perhatian utama Tim Pembina Samsat Nasional. “Pajak ini memiliki korelasi yang sangat signifikan terhadap pelayanan publik,” tambahnya.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol. Firman Shantyabudi, menyatakan
komitmennya untuk terus melakukan berbagai upaya guna meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap administrasi kendaraan. “Hal ini termasuk pembayaran pajak
kendaraan dan kepatuhan terhadap aturan berlalu lintas,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kakorlantas mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendorong masyarakat sebagai pemilik kendaraan, agar patuh pada kewajibannya.

“Ini sangat penting karena pajak kembali kepada masyarakat dan memberikan manfaat bagi pengguna jalan,” tambah Firman.

Sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Korlantas Polri, Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan A. Purwantono, menyoroti pentingnya persamaan
persepsi terkait data digital dan keamanan. “Ini penting untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan memaksimalkan pendapatan dari pembayaran
Pajak Kendaraan Bermotor,” ungkap Rivan.

Rivan juga menyampaikan bahwa Jasa Raharja terus bertransformasi untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. “Komitmen ini akan terus menjadi fokus kami, sehingga kehadiran Jasa Raharja benar-benar dirasakan
bermanfaat oleh masyarakat,” tambahnya.

Berita lainnya  PT JASA RAHARJA KEPRI LAKUKAN SINERGITAS PENJAMINAN KORBAN LAKA LANTAS BERSAMA RSUD EMBUNG FATIMAH

Rapat tersebut dihadiri oleh Direktur Pendapatan pada Ditjen Bina Keuangan Daerah, Kemendagri RI, Dr. Hendriwan, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol A. Rachmad Wibowo SIK, Sekretaris Perusahaan Jasa Raharja, Dodi Apriansyah, Bupati dan
Walikota se-Sumatera Selatan, serta sejumlah Kepala Bapenda dan BPKAD Provinsi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.