September 9, 2026

Media Terpercaya

Arlon Veristo Anggota DPRD Kota Batam  Mempertanyakan Biaya Perpisahan SD Negeri 02, Sebesar 260.000/Murid.

2 min read

Batam, Nusantaratoday.Net – Sekolah Dasar Negeri 002 yang berdomisili di wilayah Kelurahan Buliang, Kecamatan Batu aji dalam waktu dekat ini akan mengadakan acara perpisahan anak Murid kelas VI tahun ajaran 2023/2024, adapun acara perpisahan yang akan berlangsung menelan biaya Rp. 50.000.000, untuk Konsumsi,, hadiah Guru dll,

Jumlah siswa kelas VI SDN.02 sebanyak 190 Siswa dan dari total jumlah Siswa kelas VI, 60% orang tua/ wali murid tidak setuju dan merasa keberatan dengan biaya yang di tetapkan paguyuban Kelas sebesar 260.000/siswa.

Mendapat imformasi ini, team Nusantaratoday.Net beserta awak media lainnya, Senin, 04/03/2024 berkunjung dan mengkonfirmasi Kepala Sekolah SDN.02 perihal acara Perpisahan Anak Murid kelas VI.

Dari hasil pantauan di lapangan dan hasil Komfirmasi dengan Kepala Sekolah, ” Basoni” selaku Kepala Sekolah SDN.02 mengatakan,” tidak mengetahui adanya kutipan biaya Perpisahan anak murid kelas VI, dan hal ini sudah berulang kali di rapatkan dengan para guru dan Paguyuban Sekolah.

” Basoni,” mengatakan acara Perpisahan anak murid kelas VI boleh di laksanakan tapi jangan sampai ada biaya, apalagi biaya tersebut memberatkan Orang tua/ Wali murid.
Selama menjabat dan sudah 2 tahun ini, SD Negeri 02 tidak pernah mengadakan acara perpisahan Murid kelas VI, apalagi sampai mengutip uang biaya perpisahan, Ucap Basoni” kepada awak media.

Kepala Sekolah SDN.02 melalui pesan singkat ( WhatsApp) kepada Nusantaratoday.Net mengatakan” tanggal 5/03/2024 telah memanggil para Guru dan seluruh pengurus Paguyuban, agar membatalkan dan meniadakan kutipan biaya untuk perpisahan Murid Kelas VI,

Namun pengurus paguyuban berkas tetap akan mengadakan acara tersebut.
Melalui pesan singkat kepada Nusantaratoday.net, ” Basoni” juga menyampaikan, bahwasanya kalau ada himbauan dari paguyuban perihal biaya perpisahan anak Murid, Di abaikan aja ( jangan di hiraukan ), bagi wali murid yang tidak mampu boleh di bicarakan dengan Ketua paguyuban, ” ujar Basoni.

Berita lainnya  DPRD Kota Batam Terima KUA/PPAS Perubahan APBD 2024 dari Pemko

Anggota DPRD Kota Batam” Arlon Veristo mengecam keras dan mempertanyakan biaya Perpisahan anak Murid kelas VI SD Negeri 02 sebesar 260.000/murid,, sebab hal ini sudah membebani dan memberatkan orang tua murid dan tidak pantas biaya sebesar itu untuk skala Siswa Sekolah Dasar,, apalagi acara tersebut akan diadakan di Sekolah tersebut, ” ucap Arlon Veristo” kepada Nusantaratoday.net melalui percakapan telepon.

” Arlon juga mengatakan seharusnya Kepala Sekolah SDN 02, memiliki Wewenang penuh dalam mengatur dan mengambil keputusan di sekolah tersebut, paguyuban itu hanya perwakilan dari pada wali murid dan harus betul – betul di rapatkan dalam mengambil keputusan, ” Kenapa sebagian wali murid merasa keberatan dengan biaya perpisahan tersebut?, apakah di saat mengambil keputusan tidak di libatkan seluruh wali murid?” Wewenang penuh ada pada Kepala Sekolah, “Ucap Arlon.

  1. Sampai berita ini di turunkan para orang tua ( wali murid ) masih tetap di tagih untuk membayar uang perpisahan. ( Sht007 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.