September 8, 2026

Media Terpercaya

Film Mawang ‘Jangan Sebut Namanya’: Teror dari Hutan Bangka Akan Hadir di Layar Lebar Mulai 1 Juni 2024

2 min read

PANGKALPINANG Nusantaratoday.net  – Bersiaplah untuk merasakan ketegangan dan kengerian di layar lebar dengan hadirnya film horor terbaru,  MAWANG “JANGAN SEBUT NAMANYA”, yang dijadwalkan tayang perdana pada 1 Juni 2024 di Bangka Belitung dan layar lebar nasional.

Film ini Diproduksi oleh Bersahaja Entertainment dengan eksekutif produser Arbi Leo,Dalam film ini, hampir seluruhnya melibatkan anak-anak muda asli Bangka, baik sebagai pemain maupun dalam tim produksi. Hal ini membuktikan komitmen produser, Arbi Leo, dalam mengangkat potensi lokal daerah, termasuk lokasi syuting yang keseluruhannya dilakukan di Bangka.

Dalam film ini, penonton akan dibawa menyusuri petualangan seru Lingga (diperankan oleh Abdul Roni), Ryan (diperankan oleh Rizki Akbar), Riska (diperankan oleh Dita Zulaikha), dan Wulan (diperankan oleh Puput Marshanda).

Keempatnya mendapat tugas dari kampus untuk meneliti pohon Pelawan, sebuah pohon langka yang hanya tumbuh di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Bangka.

Lingga dan teman-temannya menghadapi berbagai rintangan dan kejanggalan. Sebelum tiba di Bangka, Lingga mendapati bahwa sepupunya, Abbas (diperankan oleh Aldi Taher), sudah berada di sana terlebih dahulu dan berusaha melarangnya untuk datang. Namun, Lingga dan teman-temannya tetap melanjutkan perjalanan mereka.

Tiba di Bangka, Lingga dan kawan-kawannya tinggal di rumah teman orang tuanya, Mang Saud, yang memiliki seorang anak bernama Bujang. Ditemani Bujang, mereka melakukan penelitian di Hutan Pelawan. Di sinilah mereka menemukan sebuah kotak kuno yang tersegel. Tanpa disadari, Ryan dengan sengaja melepas segel kotak tersebut, yang kemudian menjadi awal mula teror yang menghantui mereka.

Saksikan Mawang ‘Jangan Sebut Namanya’ Mulai 1 Juni 2024 di Bioskop Kesayangan Anda!

Arbi Leo berpesan kepada masyarakat Bangka Belitung untuk dapat bersama-sama mendukung film karya original dari Bangka Belitung agar kedepan lebih banyak lagi film-film yang tercipta.

Berita lainnya  Wakapolri Komjen Pol Agus Andrianto : Wartawan Tidak Bisa Dijerat Dengan UU ITE

“Ayo kita dukung bersama film karya Bangka Belitung ini, kedepan kita gali potensi dari sineas yang ada dan memberikan peluang untuk mereka yang ada,” kata Arbi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/5/2024).

Sementara, Aldi Taher mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menonton film ‘Mawang: Jangan Sebut Namanya’ untuk bisa lebih mengenal sejarah yang ada di Bangka Belitung.

“Banyak orang yang masih belum tau dengan sejarah di Bangka Belitung, film ini memperkenalkan sejarah yang jarang diketahui oleh banyak orang,” kata Aldi.

Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan horor yang berbeda, penuh dengan ketegangan dan misteri dari Hutan Pelawan. Segera catat tanggalnya dan persiapkan diri Anda untuk pengalaman menonton yang akan menghantui pikiran Anda.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.