September 8, 2026

Media Terpercaya

Hadiri Peresmian Masjid Hagia Sophia, Marlin Agustina Dukung Syiar Agama di Batam

2 min read

Oplus_0

BATAM, Nusantaratoday.net – Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Marlin Agustina Rudi berkesempatan untuk menghadiri peresmian Masjid Hagia Sophia di Kompleks Emirates Residence Tiban Indah, Kamis (13/6/2024) siang.

Dalam kunjungannya tersebut, Marlin Agustina tampak terkesan dengan keindahan interior masjid yang memiliki nuansa Timur Tengah.

Istri dari H. Muhammad Rudi itu juga mengapresiasi langkah dari pihak pengembang yang telah mendukung syiar agama di Batam.

“Saya sangat mengapresiasi berdirinya Masjid Hagia Sophia. Ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung kemajuan Batam sebagai kota modern yang juga madani,” ujar Marlin di sela-sela acara peresmian.

Menurut orang nomor dua di Kepri tersebut, kehadiran Masjid Hagia Sophia selaras dengan upaya Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, H. Muhammad Rudi, yang tengah gencar menjadikan Batam sebagai pusat industri dan pariwisata. Termasuk di dalamnya pengembangan wisata religi.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Batam untuk bersama-sama memakmurkan masjid demi memaksimalkan syiar agama di tengah perkembangan zaman dewasa ini.

“Semoga masjid ikonik yang dibangun di Batam akan menjadi daya tarik tersendiri untuk mendukung Batam menjadi kota kawasan wisata religi. Dan saya harap, ke depan para pengembang juga dapat memikirkan untuk membuat masjid dan perumahan yang pro lansia,” ungkap Marlin lagi.

Sebagai informasi, Masjid Hagia Sophia berdiri megah berada di Kompleks Emirates Residence, Tiban Indah. Dimana, perumahan tersebut juga masih dalam tahap pembangunan kawasan.

Masjid ini berdiri di atas lahan seluas  2.067,46 meter persegi dengan luas bangunan 673,26 meter persegi. Masjid Hagia Sophia juga memiliki desain modern dan minimalis yang indah.

Dengan Lafaz Allah SWT yang menjadi bagian penting dari seluruh desain, Marlin berharap, Masjid Hagia Sophia dapat menjadi bangunan yang ikonik dari pengembang Astaka Land.

Berita lainnya  Marlin Agustina Terima Penghargaan Seven Media Asia Awards 2024

“Saya berpesan kepada pengembang agar perumahan segera dibangun dan seluruh penghuni perumahan dapat memakmurkan masjid ini termasuk warga sekitar. Setiap langkah baik kita, yakinlah tidak akan pernah sia-sia,” tutup Marlin dan mendapat sambutan tepuk tangan dari seluruh hadirin. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.