September 9, 2026

Media Terpercaya

Hetty Koes Endang Hibur Masyarakat Batam

2 min read

Oplus_0

Batam, Nusantaratoday.net –  Hetty Koes Endang sukses menghibur masyarakat Batam di Dataran Engku Putri Batam center, Sabtu (13/7/2024) malam.

Dalam event bertajuk Back to 80’s Memories in Kepulauan Riau itu, Hetty Koes Endang langsung membawakan lagu andalannya Rindu. Lagu ber-genre rock itu sukses membuat masyarakat bernyanyi bersama.

Ribuan masyarakat pun bernyanyi bersama bahkan saat Hetty Koes Endang menyanyikan lagu kedua yang berjudul Dingin. Bahkan, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina ikut bernyanyi bersama.

“Alhamdulillah, Bunda Hetty Koes Endang berhasil menghibur masyarakat Batam bahkan bernostalgia bersama dengan lagu-lagu lamanya,” ujar Rudi.

Rudi juga sempat menyapa masyarakat sebelum penampilan Hetty Koes Endang. Rudi ingin event-event yang menghibur masyarakat terus diperbanyak di Batam.

“Malam Minggu kita berada di sini. Selamat menikmati, semoga kita semua baik-baik saja. Terima kasih untuk Zulindo Tour and Travel yang sudah mendatangkan penyanyi senior Hetty Koes Endang,” ujarnya.

Wali Kota juga mengapresiasi semua pihak yang menggelar event di Batam. Ia mengatakan, dengan banyaknya event digelar, bisa menjadi daya tarik bagi pariwisata Batam.

“Batam sudah kami bangun, dan silahkan dimanfaatkan dan diisi dengan event-event yang bisa mendatangkan wisatawan,” katanya.

Dengan banyaknya wisatawan datang, bagi Rudi, roda perekonomian juga akan bergerak. “Ditambah di lokasi event biasanya akan ada bazar, jadi ekonomi kerakyatan juga akan hidup. Masyarakat langsung mendapatkan dampak positifnya,” ujarnya.

Rudi juga mengajak masyarakat terus menjaga kekompakan dan mendukung program pemerintah dalam membangun Kota Batam.

“Jaga kekompakan demi membangun Batam sebagai kota modern dan maju untuk kita semua,” kata Rudi.

Di sela menghibur masyarakat, Hetty Koes Endang sempat memuji kemajuan Kota Batam. Artis kelahiran 6 Agustus 1957 itu pernah ke Batam pada 8 tahun silam.

Berita lainnya  Warga Menyesal Beli Rumah di Central Hill Batam Center

“Saya sempat kaget sampai di Batam melihat jalannya sangat lebar. Batam hebat,” ujarnya.

Hetty Koes Endang sukses membuat masyarakat bangga dan terhibur dengan lagu-lagu yang ia nyanyikan. Bahkan, penonton tumpah ruah dari berbagai kalangan ikut bernyanyi bersama Hetty Koes Endang. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.