September 9, 2026

Media Terpercaya

PBB Anugerahkan Doktor Honoris Causa ke Sekretaris DPD PJS DKI Jakarta.

2 min read

THAILAND, Nusantaratoday.net –  Sekretaris PJS DKI Jakarta, Muhamad Ied yang juga sebagai Ketua Dewan Pembina Dunia Robot Indonesia (DRI) secara resmi dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang Social Innovation and Robotic Science Advancement oleh Universitas Internasional PBB Malaysia (UIPM) dalam acara wisuda yang berlangsung di Chulabhorn Research Institute, Bangkok, Thailand, pada 24 Agustus 2024.

Penganugerahan ini dipromotori oleh Prof. Dr. Mohammad Sholeh Ridwan, Presiden UIPM Indonesia, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi serta inovasi luar biasa Muhamad Ied dalam bidang robotic.

Acara ini juga disaksikan oleh berbagai tokoh penting dari belasan negara, termasuk pemilik Agoda Travel dan selebriti Indonesia, Raffi Ahmad, yang menerima gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang Manajemen Global Digital.

Selain itu, Gilang Widya Pramana, yang lebih dikenal sebagai Juragan 99 MS GLOW, juga dianugerahi gelar yang sama dalam bidang Bisnis Manajemen.

Sekjen PBB, Antonio Guterres, dalam sambutan daringnya, menyatakan bahwa program penganugerahan ini diinisiasi oleh PBB melalui ECOSOC, sebagai bagian dari upaya memajukan pilar SDGs, terutama dalam sektor pendidikan.

UIPM merupakan NGO resmi yang ditunjuk oleh PBB guna menjalankan program ini untuk mengapresiasi individu-individu berpotensi dari seluruh dunia.

Khusus untuk acara wisuda kali ini, pelaksanaannya didukung penuh oleh UIPM Thailand, yang dibuka secara resmi oleh Presiden UIPM Thailand, Prof. Dr. Kanoksak Likitpriawan.

Penganugerahan ini menjadi kebanggaan bagi komunitas robotic, khususnya bagi keluarga besar Dunia Robot Indonesia (DRI), yang berhasil membawa nama DRI ke kancah internasional.

Acara tersebut berlangsung pada pukul 14.30 waktu setempat, di tengah suasana meriah dan penuh khidmat, menandai pencapaian besar bagi Muhamad Ied dan para penerima gelar lainnya.(red).

Berita lainnya  CEO Hopeland Camp mengikuti Konferensi ICOSTELM 2025: Membawa Keberlanjutan ke Garis Depan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.