September 9, 2026

Media Terpercaya

Kolaborasi AKCON dan SKYLINK: Solusi Konektivitas Canggih untuk Transformasi Digital Nasional

2 min read

JAKARTA, Nusantaratoday.net – PT Akses Connecting Nusaraya (AKCON) dan PT Sinergi Innovate Pratama (SKYLINK) resmi menandatangani perjanjian kerjasama strategis untuk meningkatkan konektivitas di Indonesia melalui pemasaran layanan internet satelit Starlink, inovasi dari SpaceX. Penandatanganan berlangsung pada Jumat, 20 September 2024, di kantor SKYLINK, Kemang, Jakarta, dan dihadiri oleh para eksekutif dari kedua perusahaan.

Kolaborasi ini menempatkan AKCON sebagai mitra resmi SKYLINK dalam mendistribusikan layanan dan perangkat Starlink ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil yang selama ini sulit dijangkau oleh layanan internet konvensional. Starlink diharapkan menjadi solusi utama untuk mengatasi kesenjangan digital di berbagai wilayah.

Mengatasi Kesenjangan Digital

CEO PT Akses Connecting Nusaraya, Deddy Amiruddin, menegaskan bahwa kerjasama ini adalah langkah strategis untuk memperluas akses internet berkualitas tinggi ke pelosok Indonesia. Dengan pengalaman AKCON bermitra dengan desa-desa di seluruh negeri, perusahaan siap membawa layanan Starlink ke wilayah-wilayah yang sebelumnya tertinggal dalam transformasi digital.

“Ini adalah langkah penting untuk memastikan masyarakat di daerah terpencil mendapatkan akses internet cepat, handal, dan terjangkau. Kerjasama ini memberikan solusi nyata bagi konektivitas nasional,” ujar Deddy.

AKCON berencana menerapkan strategi penguatan kerjasama dengan pemerintah dan desa, disertai kampanye edukasi dan dukungan teknis yang responsif.
Mendukung Transformasi Digital Nasional

CEO SKYLINK, Achmad Robbiana, menyampaikan optimisme bahwa kerjasama ini akan mempercepat penetrasi Starlink di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan solusi internet lebih cepat dan efisien.

“Kami yakin dengan dukungan AKCON, jaringan Starlink bisa diperluas hingga ke pelosok desa. Ini sejalan dengan komitmen kami mendukung pemerintah dalam mempercepat digitalisasi nasional,” jelas Achmad.

Kerjasama ini bukan hanya menjangkau daerah-daerah terpencil, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. AKCON dan SKYLINK berharap dapat menciptakan fondasi yang kuat untuk memenuhi kebutuhan konektivitas bisnis dan masyarakat yang dinamis.(*)

Berita lainnya  Menjaga Marwah Jurnalisme: Wartawan Tak Bisa Rangkap Jabatan, Apalagi ASN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.