September 9, 2026

Media Terpercaya

DPD PJS Aceh Serahkan SK Kepengurusan DPC Kota Langsa

2 min read

KOTA LANGSA, ACEH, Nusantaratoday.net – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Provinsi Aceh secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PJS Kota Langsa kepada Ketua DPC Langsa, Erni Hajja Wati, Jumat (17/01/2025). Penyerahan SK berlangsung di Kota Langsa dengan dihadiri jajaran pengurus DPD dan DPC PJS.

Ketua DPC PJS Kota Langsa, Erni Hajja Wati, menyampaikan apresiasi kepada DPD PJS Aceh yang dipimpin oleh Chaidir, SE, atas kepercayaan yang diberikan. Ia berharap dukungan penuh dari seluruh pengurus untuk membesarkan organisasi di wilayahnya.

“Saya berharap dengan kepengurusan yang telah dibentuk, kita bersama-sama membesarkan PJS di Kota Langsa. Ini tidak mungkin saya lakukan sendiri tanpa dukungan dan kerja sama seluruh pengurus dan anggota,” ujar Erni.

Dalam kesempatan tersebut, Erni menegaskan komitmen PJS Kota Langsa untuk menjadi pilar penting dalam memberikan informasi yang akurat, mendukung program pembangunan daerah, serta menjaga independensi dan integritas dunia jurnalistik. Ia juga menyebutkan pentingnya sinergi dengan pemerintah dan aparat penegak hukum (APH) setempat, dengan tetap mematuhi kode etik jurnalistik.

“PJS adalah rumah bagi para jurnalis. Kita akan terus menjaga nama baik organisasi dengan menjunjung tinggi kode etik sebagai barometer utama dalam menjalankan tugas jurnalistik,” tambahnya.

Ketua DPD PJS Aceh, Chaidir, SE, mengingatkan pentingnya wartawan bernaung di bawah lembaga pers sebagaimana diamanahkan oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Meski PJS baru merencanakan pendaftaran ke Dewan Pers, kami telah berkomitmen untuk mewadahi wartawan sesuai ketetapan organisasi di bawah kepemimpinan Ketum PJS, Mahmud Marhaba,” tegas Chaidir.
Chaidir juga mengajak seluruh pengurus dan anggota PJS di Langsa dan Aceh untuk menjaga kekompakan, mengikuti pelatihan jurnalistik rutin, dan meningkatkan profesionalisme.

Berita lainnya  Kepala BP Batam : Pendekatan Persuasif Jadi Kunci Penting Keberhasilan Pembangunan Rempang

“Jangan menjadi wartawan gampangan yang merusak citra pers Indonesia. Patuhi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) sebagai panduan utama kerja kita,” imbuhnya.

PJS Aceh, meski tergolong pendatang baru, bertekad menjadi wadah jurnalis yang berintegritas, kompeten, dan profesional.

Organisasi ini memiliki visi untuk mencatatkan sejarah pers online dengan menjadi konstituen Dewan Pers pada tahun ini.##

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.