September 9, 2026

Media Terpercaya

Operasi Pasar Murah Disiapkan Pemko Batam Jelang Ramadhan dan Idul Fitri

3 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan menggelar Operasi Pasar Murah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Kegiatan ini dibahas dalam Rapat Koordinasi yang berlangsung di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Selasa (11/2) pagi.

Rapat tersebut dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Batam, Yusfa Hendri, bersama Kabag Perekonomian Setdako Batam, Zul Arif. Turut hadir perwakilan dari Asosiasi Distributor Kota Batam, perbankan, Bulog, Indogrosir, dan Batamindo Green Farm.

Yusfa Hendri menegaskan bahwa operasi pasar murah rutin digelar untuk mengendalikan inflasi, terutama menjelang hari besar keagamaan dan akhir tahun. Pemko Batam bekerja sama dengan pelaku usaha agar masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

“Kami ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Yusfa.

Ia menambahkan, barang yang di jual dalam oprasi pasar murah mencakup beras, daging sapi dan ayam beku, ikan, bawang merah dan putih, cabai, gula, minyak goreng, telur, tepung terigu, serta kebutuhan pokok lainnya.

Operasi pasar murah akan digelar di sepuluh titik, mencakup sembilan kecamatan, dengan dua lokasi per hari. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dan dijadwalkan dimulai H-5 sebelum Ramadan serta Idulfitri 1446 H/2025 M.

“Kami memastikan seluruh bahan pangan yang dijual dalam kondisi baik dan aman dikonsumsi, tanpa mendekati masa kadaluwarsa, ” tegasnya.

Yusfa Hendri berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberi manfaat bagi masyarakat. Ia juga mengimbau camat dan lurah untuk aktif mensosialisasikan kegiatan ini agar lebih banyak warga yang memanfaatkannya.

Berita lainnya  Ketua DPC IWAPI Kota Batam Rina Safitri, Resmi Dilantik Walikota Batam

“Kami mengajak masyarakat untuk datang ke lokasi yang telah ditentukan agar bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Semoga kegiatan ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” ajaknya.

Kepala Bagian Perekonomian Setdako Batam, Zul Arif, menyampaikan bahwa melalui operasi pasar murah sebagai upaya pengendalian inflasi, Pemko Batam bersama TPID Kota Batam mendapat apresiasi nasional. Bahkan, Batam berhasil masuk nominasi TPID Award, sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif Asosiasi Distributor Kota Batam, perbankan, Bulog, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya.

Adapun Jadwal dan lokasi operasi Pasar Murah menjelang Ramadan 2025 sebagai berikut :

Senin, 17 Februari 2025

Kecamatan Sagulung (Flamboyan Community Center, Kelurahan Sungai Pelunggut)

Kecamatan Batu Aji (Halaman Ruko Perumahan Griya Prima RW 14, Kelurahan Buliang)

Selasa, 18 Februari 2025

Kecamatan Sekupang (Depan Ruko Tiban Petra Mandiri, Kelurahan Tiban Baru)

Kecamatan Lubuk Baja (Lapangan Sepak Bola Tanjung Uma, Kelurahan Tanjung Uma)

Rabu, 19 Februari 2025

Kecamatan Sei Beduk (Ruko GMP RT 001, RW 002, Kelurahan Duriangkang)

Kecamatan Sagulung (Pasar Kampung Becek, depan Kantor Lurah Sungai Binti)

Kamis, 20 Februari 2025

Kecamatan Batu Ampar (Halaman Kantor Lurah Tanjung Sengkuang)

Kecamatan Bengkong (Halaman Kantor Camat Bengkong, Kelurahan Sadai)

Jumat, 21 Februari 2025

Kecamatan Batam Kota (Fasos Hang Jebat Perumahan Cendana RT 02, RW 23, Kelurahan Belian)

Kecamatan Nongsa (Fasum RW 12 Kavling Senjulung, Kelurahan Kabil).

Selanjutnya, Menjelang hari raya Idul Fitri 1446 H/2025 M, operasi pasar murah akan kembali digelar dengan jadwal sebagai berikut :

Senin, 17 Maret 2025

Berita lainnya  Pemko Batam Raih Penghargaan Perlindungan Konsumen 2025 dari Kemendag

Kecamatan Sagulung (Lapangan Tembesi Lestari, Kelurahan Tembesi)

Kecamatan Batu Aji (Halaman Ruko Perumahan Griya Prima RW 14, Kelurahan Buliang)

Selasa, 18 Maret 2025

Kecamatan Sekupang (Depan Ruko Tiban Petra Mandiri, Kelurahan Tiban Baru)

Kecamatan Lubuk Baja (Lapangan Sepak Bola Tanjung Uma, Kelurahan Tanjung Uma)

Rabu, 19 Maret 2025

Kecamatan Sei Beduk (Lapangan Bola Usman Harun, Kelurahan Tanjung Piayu)

Kecamatan Sagulung (Komplek Alibaba, Kelurahan Sungai Langkai)

Kamis, 20 Maret 2025

Kecamatan Batu Ampar (Fasum RW 006 Sei Tering, Kelurahan Tanjung Sengkuang)

Kecamatan Bengkong (Halaman Kantor Camat Bengkong, Kelurahan Sadai)

Jumat, 21 Maret 2025

Kecamatan Batam Kota (Lapangan Sepak Bola, Kelurahan Baloi Permai)

Kecamatan Nongsa (Fasum RW 004 Kavling Nongsa, Kelurahan Sambau).
(red)

More Stories

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.