September 9, 2026

Media Terpercaya

Wako Batam Rudi, Hadiri Sidang Gelar Doktor Amsakar Achmad di IPDN

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net –  Wali Kota Batam terpilih, Amsakar Achmad, melaksanakan ujian sidang terbuka program doktor ilmu pemerintahan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jakarta, Jumat (14/2/2025).

Sidang ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Wali Kota dan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, rekan-rekan seprofesi, pejabat pemerintahan, dan keluarga, yang turut mendukung Amsakar dalam meraih gelar doktor ilmu pemerintahan.

Untuk diketahui, sidang ini menjadi momen penting bagi Amsakar, yang berhasil menyelesaikan disertasi bertema “Implementasi Kebijakan Ex-Officio dalam Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

Disertasi Amsakar ini memberikan wawasan mendalam mengenai kebijakan Ex-Officio yang diterapkan di Batam dan bagaimana implementasi kebijakan tersebut berperan dalam pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, yang merupakan area vital bagi perekonomian Kota Batam. Amsakar memaparkan temuan-temuan risetnya yang mendalam terkait dengan efektivitas kebijakan tersebut dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi asing ke daerah tersebut.

Pada kesempatan itu, Amsakar menjelaskan bahwa kebijakan Ex-Officio adalah strategi pemerintah dalam mempermudah akses dan memberikan insentif kepada para pelaku usaha di Batam. Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi dalam penerapan kebijakan ini, mulai dari koordinasi antar lembaga pemerintah hingga penyederhanaan birokrasi yang masih memerlukan pembenahan lebih lanjut.

Dalam sidang terbuka yang diselenggarakan di IPDN Jakarta, Amsakar mendapatkan sambutan hangat dari para penguji dan akademisi yang hadir.

Amsakar dalam presentasinya menyampaikan pentingnya pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam untuk meningkatkan daya saing daerah di pasar global.

“Batam memiliki potensi besar dalam sektor perdagangan internasional dan investasi. Kebijakan Ex-Officio menjadi bagian penting dalam meningkatkan efisiensi dan daya tarik kawasan ekonomi ini,” ujar Amsakar.

Berita lainnya  Aksi di BP Batam, Muhammad Rudi Dengarkan Aspirasi Masyarakat

Sidang terbuka ini juga menjadi tonggak penting dalam perjalanan karir Amsakar sebagai pemimpin Kota Batam. Sebagai Wali Kota Batam terpilih, ia diharapkan dapat memanfaatkan pengetahuannya dalam ilmu pemerintahan untuk merumuskan kebijakan-kebijakan yang lebih baik bagi kemajuan Batam.

Dengan gelar doktor yang baru saja diraihnya, Amsakar berkomitmen untuk terus mengembangkan Batam menjadi kota yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Di akhir sesi ujian, Amsakar menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya, termasuk para pembimbing, keluarga, serta rekan-rekan sejawat yang selalu memberikan dukungan sepanjang proses pendidikan ini.

“Semoga ilmu yang saya peroleh dapat bermanfaat bagi pengembangan Batam dan untuk masyarakat pada umumnya,” ungkapnya.

Sebagai hasil dari ujian sidang terbuka tersebut, Amsakar Achmad dinyatakan lulus dan sah menyandang gelar doktor ilmu pemerintahan. Dengan bekal ilmu yang lebih mendalam, ia siap menghadapi tantangan baru dalam memimpin Batam dan mengimplementasikan kebijakan-kebijakan pembangunan yang lebih baik ke depannya.

Keberhasilan Amsakar Achmad dalam menyelesaikan ujian sidang doktor ini juga merupakan bukti komitmennya untuk selalu belajar dan berkontribusi lebih besar dalam pembangunan Batam yang semakin maju dan sejahtera.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.