September 9, 2026

Media Terpercaya

Dibuka Ketua Dewan Penasehat DPP, Rapimnas Putuskan PJS Mendaftar Konstituen Dewan Pers

2 min read

JAKARTA, Nusantaratoday.net – Tahun 2025 menjadi langkah pasti bagi organisasi pers Pro Jurnalismedia Siber (PJS) setelah tiga tahun mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dari Dewan Pers. Untuk memastikan langkah tersebut, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PJS menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke-3 yang berlangsung di Jakarta pada 18 Februari 2025.

Rapimnas PJS mengusung tema “Solidaritas, Profesionalisme dan Sinergi PJS Menuju Konstituen Dewan Pers 2025.” Tema ini menjadi sentral bagi PJS dalam menyongsong persiapan menjadi konstituen Dewan Pers. Acara ini dihadiri oleh para pimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PJS se-Indonesia, yang dilakukan secara offline dan online.

Rapimnas dibuka oleh Ketua Dewan Penasehat DPP PJS, M.H Farid Aljawi, SE., MH.

Dalam sambutannya, Farid menegaskan keseriusan semua anggota PJS untuk mempersiapkan diri menghadapi agenda besar di tahun 2025.

“Tidak bisa lengah, semua harus bekerja keras dengan mempersiapkan dokumen dalam rangka pendaftaran PJS serta persiapan untuk berbagai kerjasama PJS dengan instansi pemerintah maupun swasta,” ungkap Farid. Ia berjanji akan melakukan upaya positif dan maksimal untuk membantu PJS lebih baik di masa mendatang.

Ketua Umum DPP PJS, Mahmud Marhaba, dalam sambutannya menyatakan bahwa Rapimnas kali ini membahas tiga agenda utama, di antaranya persiapan pendaftaran PJS ke Dewan Pers. Agenda lainnya adalah memanfaatkan peluang besar untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) gratis yang difasilitasi oleh Dewan Pers di setiap ibukota provinsi.

“Sejak awal berdirinya PJS, DPP sudah memasukkan program UKW pada visi PJS. Melalui pendidikan dan pelatihan jurnalistik, kita berharap semua anggota PJS bisa mengantongi sertifikat UKW sehingga semua bisa dikategorikan sebagai wartawan kompeten dan profesional. Tidak ada lagi stempel wartawan abal-abal pada kita semua,” tegas Mahmud di hadapan pengurus DPD se-Indonesia.

Berita lainnya  BERSATHU Siap Mendukung Kemenag RI Membenahi Regulasi Umroh dan Haji

Agenda ketiga adalah pembahasan terkait perayaan HUT PJS ke-3 yang akan dilaksanakan pada 12 Mei 2025.

“Pada HUT nanti, kita akan menggelar seminar nasional dan pelatihan jurnalistik dengan menghadirkan para pembicara di tingkat nasional, termasuk bang Agus Pardesi, wartawan senior jebolan ANTV, untuk membahas cara membuat video berita pendek yang akan menghiasi media anggota PJS,” ungkap Mahmud.

Melalui Rapimnas ini, Ketua Umum DPP PJS berharap agar PJS menjadi wadah bagi para jurnalis dalam menyuarakan kebenaran serta menjaga integritas dan profesionalisme dalam tugas profesinya saat ini dan mendatang.

Di akhir Rapimnas, Ketua Umum DPP PJS menyematkan pin PJS kepada Ketua Dewan Penasehat DPP PJS yang dilanjutkan dengan penyematan pin PJS kepada seluruh ketua DPD PJS oleh Ketua Dewan Penasehat Farid Aljawi.#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.