September 9, 2026

Media Terpercaya

Peletakan Batu Pertama Balai Latihan Kerja & Pusat Informasi Migran di Shelter St. Theresia, Batam

3 min read

Oplus_16777216

Batam, Nusantaratoday.net – Ketua Badan Pengurus Yayasan Karina KWI, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ, memimpin peletakan batu pertama pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) dan Pusat Informasi Migran di Shelter St. Theresia, Batam.(18/05/2025)

Pembangunan ini merupakan hasil kerja sama antara Caritas Indonesia dan Komisi KKP-PMP Keuskupan Pangkalpinang.

BLK dan Pusat Informasi ini akan dibangun di lokasi yang sama dengan Shelter Migran St. Theresia dan ditujukan sebagai tempat pelatihan serta pusat informasi bagi pekerja migran dan calon pekerja migran. Inisiatif ini dilandasi semangat kemanusiaan dan kepedulian terhadap korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Mgr. Sudarso menyampaikan harapannya agar tempat ini menjadi “rumah” bagi para pekerja migran—tempat yang menerima siapa pun seperti keluarga. Ia menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk perhatian nyata Gereja Katolik terhadap isu-isu kemigrasian, selaras dengan pesan Paus Fransiskus yang mendorong perlindungan dan kepedulian terhadap pekerja migran.

“Seperti pesan Paus Fransiskus, siapa saja yang berjumpa dengan para migran, sama halnya berjumpa dengan Yesus,” ungkap Mgr. Sudarso.

Selama ini, Gereja Katolik telah aktif dalam advokasi TPPO dan memberikan perlindungan melalui keberadaan shelter. Mgr. Sudarso menambahkan, pembangunan ini mencerminkan kehadiran Gereja yang berjalan bersama para pekerja migran.

Sementara itu, Direktur Caritas Indonesia, Romo Fredy Rante Taruk, Pr, menjelaskan bahwa BLK dan pusat informasi ini akan menyediakan layanan pelatihan keterampilan serta edukasi bagi pekerja migran. Menurutnya, masih banyak pekerja migran asal Indonesia yang kurang memiliki keterampilan dan informasi yang cukup untuk bekerja di luar negeri.

“Tempat ini akan menjadi pusat edukasi, sosialisasi, dan penguatan jaringan kerja sama,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dengan mitra kemanusiaan dan lembaga pemerintah demi menciptakan ruang yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi para migran.

Berita lainnya  HRD PT Champion Blokir Kontak Wartawan, Ketua PJS Batam: Transparansi Perusahaan Dipertanyakan

Ketua KKP-PMP Keuskupan Pangkalpinang, Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus (Romo Paschal), menegaskan bahwa BLK dan pusat informasi ini terbuka untuk semua pekerja migran. Shelter St. Theresia juga bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk aparat hukum, kementerian terkait, dan pemerintah daerah.
Romo Paschal menyoroti rendahnya kompetensi dan kurangnya informasi yang diterima calon pekerja migran, yang seringkali membuat mereka menjadi korban TPPO.

“Pelayanan dan pendampingan di BLK dan pusat informasi ini diharap dapat membekali para pekerja migran dengan informasi yang cukup sebelum mereka bekerja di luar negeri,” ujarnya.

Pembangunan ini memperkuat peran Shelter St. Theresia sebagai pusat pelayanan migran, yang sangat relevan di wilayah Batam. Mengingat posisi geografisnya yang strategis, Batam menjadi kota transit utama bagi sindikat perdagangan manusia menuju Malaysia dan Singapura.

Menurut laporan Kompas, sejak Mei 2022, sedikitnya 200 pekerja migran diberangkatkan secara ilegal setiap hari dari Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre ke Tanjung Pengelih, Malaysia. Praktik ini melibatkan berbagai pihak, dari tingkat bawah hingga atas, termasuk unsur swasta dan pemerintah.

Kegiatan peletakan batu pertama ini dihadiri oleh berbagai kalangan, antara lain:Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si. (Wakapolda Kepulauan Riau),Bapak Bonar Panjaitan (Kabinda Kepri),Perwakilan komunitas religius: Suster RGS, Suster Tiar SSCC, Suster JMJ, Suster FSE, Suster FCH
Bapak Adhi dari Bank Indonesia,
Romo Agustinus Dwi Pramodo
Perwakilan Jaringan Safe Migran Batam,Tim KKP-PMP Keuskupan Pangkalpinang serta umat dan masyarakat sekitar.(Pemred/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.