September 10, 2026

Media Terpercaya

Lapas Kelas IIA Banda Aceh, mengikuti kegiatan Apel Bersama Pegawai di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan secara Zoom.

2 min read

Oplus_16908288

Banda Aceh, Nusantaratoday.net – Dalam rangka menindaklanjuti Surat Sekretariat Jenderal Nomor : SEK-UM.04.01-29 tentang Apel Bersama Pegawai di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Hukum, Kementerian HAM, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Melalui ini, Lapas Kelas IIA Banda Aceh mengikuti Apel bersama Pegawai secara Zoom, Senin (15/09/2025).

Lebih lanjut, Kegiatan Apel bersama ini, di ikuti langsung oleh Kepala Lapas, Edi Cahyono, Pejabat Struktural, Staf serta CPNS Tahun 2024 bertempat pada Aula Lapas.

Dalam amanatnya, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.M, menyampaikan beberapa arahan penting terkait peristiwa yang terjadi pada belakangan ini di Republik Indonesia.

“Sebagaimana yang kita secara bersama beberapa waktu lalu pada tanggal 25 Agustus hingga 31 Agustus 2025, Ibukota Jakarta serta kota-kota lain nya menjadi pusat perhatian nasional dan internasional dengan berlangsung nya unjuk rasa yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, Aspirasi publik tersalurkan melalui mekanisme yang sah, namun di sisi lain, peristiwa ini mengingatkan kita bahwa stabilitas dan ketertiban umum menjadi sangat penting untuk di jaga, dalam momentum tersebut, netralitas ASN diuji, ASN dituntut untuk tetap tegak lurus pada aturan menjauhkan diri dari polarisasi politik serta menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas segalanya”ujarnya.

Tidak hanya itu, Pembina Apel mengintruksikan kepada seluruh Jajaran yang mengikuti apel bersama agar dapat menempatkan diri secara proporsional dan bijak dengan munculnya gerakan “17+8 Tuntutan Rakyat”.

“Saya berharap agar ASN tidak boleh terpancing untuk ikut-ikutan menyuarakan sikap politik, apalagi memperkeruh keadaan dengan komentar atau ungguhan di media sosial yang dapat menimbulkan persepsi keberpihakan, sebagaimana di atur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, Netralitas menjadi asas utama ASN, artinya, kita tidak boleh berpihak kepada segala bentuk pengaruh manapun, dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun, netralitas bukan hanya sekedar aturan, melainkan prinsip moral dan etika yang menjaga kepercayaan publik terhadap birokrasi”tutup Wamenko dalam amanatnya.

Berita lainnya  Langkah Preventif, Lapas Kelas IIA Banda Aceh gelar Pemeriksaan Urine secara rutin bagi Warga Binaan

Apel bersama ini, di ikuti secara serentak oleh seluruh Jajaran Kementerian Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Hukum, Kementerian HAM, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Lebih lanjut, Apel bersama ini menjadi momen penting dalam me

mpererat koordinasi dan komunikasi antar Kementerian terkait, serta meneguhkan komitmen seluruh Jajaran dalam bersikap Bijak dan Profesional serta menjunjung tinggi Netralitas ASN sebagaimana telah di atur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023.

Zainal Abidin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.