September 9, 2026

Media Terpercaya

Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 1,79 Kg Sabu dengan Dua Modus, Empat Kurir Ditangkap

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Bea Cukai Batam kembali menegaskan komitmennya dalam memerangi penyelundupan narkotika di Kepulauan Riau. Dalam dua operasi terpisah, petugas berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika golongan I jenis Methamphetamine (sabu) dengan total berat 1.797,7 gram dan mengamankan empat orang pelaku dengan berbagai modus operandi, Selasa (2/12/25).

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Batam, Muhtadi, menjelaskan aksi pertama dilakukan pada Sabtu (22/11) di Bandara Hang Nadim. Petugas mencurigai gerak-gerik seorang penumpang berinisial AW (27) yang hendak terbang ke Surabaya. Saat pemeriksaan, AW menunjukkan gestur gelisah sehingga petugas melakukan pemeriksaan lebih mendalam. Hasilnya, ditemukan dua bungkus plastik berisi sabu seberat total 602 gram yang disembunyikan dalam insole sepatu.

Pengembangan dilakukan bersama BNNP Kepri dan mengarah pada penangkapan AH (50) di kawasan Bengkong. Dari kediaman AH, petugas kembali menemukan satu bungkus sabu seberat 666 gram yang disimpan di bawah tempat tidurnya. Uji laboratorium memastikan seluruh barang bukti positif mengandung Methamphetamine. Kedua pelaku kemudian diserahkan kepada BNNP Kepri untuk proses hukum lebih lanjut.

Dari keterangan yang dihimpun, AW yang bekerja sebagai kuli bangunan mengaku menerima tawaran menjadi kurir sabu dari rekannya, MH, dengan imbalan Rp70 juta. Ia mengambil paket dari Tanjung Balai Karimun dan menyerahkannya kepada AH untuk disiapkan menggunakan modus penyembunyian di sepatu. Paket sabu yang ditemukan di kos AH rencananya juga akan dikirimkan ke MH pada pengantaran berikutnya.

Penindakan kedua terjadi pada Senin (24/11) di Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay. Petugas mencurigai dua penumpang kapal MV Putri Anggreni 02 dari Puteri Harbour, Malaysia, yakni MA (30) warga negara Malaysia dan MF (31) warga negara Indonesia. Keduanya menunjukkan gelagat mencurigakan sehingga dilakukan pemeriksaan bersama Unit K-9 dan dilanjutkan pemeriksaan medis di RS Awal Bros Batam. Dari tubuh kedua pelaku ditemukan delapan bungkus sabu dengan total berat 529,7 gram, masing-masing dibungkus lateks dan disembunyikan di dalam tubuh.

Berita lainnya  Bea Cukai Batam Kembali Tindak Upaya Penyelundupan Sejumlah Barang Kiriman Di Perairan Tanjung Uban

MA dan MF mengaku bekerja sebagai sopir online di Malaysia dan menerima tawaran menjadi kurir karena terlilit pinjaman online. Mereka diperintah oleh pengendali berinisial D, WNI yang menetap di Malaysia, dan dijanjikan upah Rp40 juta per orang. Paket narkoba itu direncanakan akan dibawa ke Malang menunggu instruksi berikutnya.

Keempat pelaku dijerat dengan UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal mati atau penjara seumur hidup. Bea Cukai menyatakan penyitaan total 1.797,7 gram sabu tersebut telah menyelamatkan sekitar 9.000 jiwa dari bahaya narkoba serta menghemat biaya rehabilitasi hingga Rp14 miliar.

“Penindakan ini merupakan wujud nyata program Asta Cita Presiden RI sebagai bentuk komitmen dan kolaborasi Bea Cukai, Polri, TNI, BNN, Kejaksaan, dan seluruh aparat penegak hukum dalam memerangi penyelundupan narkoba, khususnya di Kepulauan Riau yang menjadi jalur rawan pemasukan dan peredaran narkotika,” ujar Muhtadi. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberantas berbagai modus penyelundupan demi melindungi masyarakat dari bahaya narkoba.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.