September 9, 2026

Media Terpercaya

PT.PLN Batam Raih Prestasi Penghargaan TOP CSR Awards 2026 di Jakarta

2 min read

Oplus_16908288

Jakarta, Nusantaratoday.net – PT.PLN Batam kembali meraih prestasi gemilang di bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dengan meraih penghargaan TOP CSR Awards 2026 (Bintang 4) dalam ajang penghargaan TOP CSR Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Majalah TopBusiness di Hotel Raffles Jakarta.

Selain itu, Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, juga menerima penghargaan TOP Leader on CSR Commitment 2026 atas komitmen dan kepemimpinannya dalam mendorong implementasi program TJSL/CSR yang berkelanjutan dan selaras dengan strategi bisnis perusahaan.

Ketua Penyelenggara TOP CSR Awards 2026, M. Lutfi Handayani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa implementasi CSR saat ini tidak lagi dipandang sebagai aktivitas pelengkap perusahaan, namun telah menjadi bagian penting dalam strategi keberlanjutan bisnis.

“CSR saat ini bukan lagi sekadar kegiatan filantropi atau kewajiban administratif perusahaan. CSR telah menjadi bagian penting dari strategi korporasi untuk membangun keberlanjutan usaha, memperkuat reputasi perusahaan, dan menciptakan shared value bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Lutfi dalam sambutannya pada acara puncak TOP CSR Awards 2026.

Ia juga menegaskan bahwa tema TOP CSR Awards 2026, yakni “Aligning CSR and ESG for Long-Term Corporate Value and Sustainable Development”, menjadi refleksi pentingnya integrasi antara program CSR dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam menciptakan nilai jangka panjang perusahaan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

Penghargaan TOP CSR Awards Bintang 4 diberikan kepada perusahaan yang dinilai memiliki sistem, kebijakan, serta implementasi program TJSL/CSR pada kategori “Sangat Baik”, serta mampu mengintegrasikan program dengan prinsip keberlanjutan dan penciptaan nilai bersama (creating shared value).

Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam, Rudi Antono, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima PLN Batam tersebut.

Berita lainnya  Srikandi PLN Batam dukung perkembangan UMKM

“Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen PLN Batam dalam menjalankan program TJSL/CSR yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan, namun juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Kami percaya bahwa keberlanjutan perusahaan harus berjalan beriringan dengan keberlanjutan sosial dan lingkungan,” ujar Rudi.

Ia menambahkan bahwa PLN Batam akan terus memperkuat program-program yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, pendidikan, serta pengembangan ekonomi berkelanjutan di wilayah Batam dan sekitarnya.

“Ke depan, PLN Batam akan terus meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar program yang dijalankan semakin tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tambahnya.

TOP CSR Awards 2026 merupakan salah satu penghargaan CSR terbesar di Indonesia yang diikuti oleh ratusan perusahaan dari berbagai sektor industri. Penilaian dilakukan oleh dewan juri independen yang terdiri dari praktisi, akademisi, dan pakar CSR nasional.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.