September 8, 2026

Media Terpercaya

DPRD Batam dan Pemko Batam Gelar Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi Batam ke-196

3 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Batam ke-196 Tahun 2025, Rabu (18/12/2025).

Rapat berlangsung khidmat dan penuh nuansa budaya Melayu sebagai refleksi perjalanan panjang sejarah Kota Batam.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin, Waka I Aweng Kurniawan, Waka II Budi Mardianto, Waka III Hendra Asman dan dihadiri Wakil Gubenur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra, dan Forkopimda berserta anggota DPRD Batam.

Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir dalam rapat paripurna tersebut.

Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Batam, merupakan momentum penting dan bersejarah bagi seluruh masyarakat Batam.

“Dengan penuh rasa syukur, kita berkumpul untuk mengenang perjalanan sejarah sebuah negeri bertuah bernama Batam, yang telah melalui proses panjang menuju kemajuan dan kejayaan,” ujar Kamaluddin.

Ia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 4 Tahun 2009, Hari Jadi Kota Batam ditetapkan pada tanggal 18 Desember 1829.

Penetapan ini merujuk pada peristiwa bersejarah saat Raja Isya Ibni Raja Ali, diberi kuasa sebagai pemegang perintah atas Nongsa dan wilayah takluknya oleh penguasa Riau.

Menurut Kamaluddin, peringatan Hari Jadi Batam bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi menjadi pengingat bahwa seluruh elemen masyarakat adalah bagian dari perjalanan sejarah kota ini.

“Batam sebagai miniatur Indonesia membutuhkan kerja keras, kebersamaan, dan kontribusi semua pihak demi menciptakan masa depan yang gemilang bagi generasi mendatang,” katanya.

Dalam rangkaian acara, dilakukan pula prosesi pemotongan nasi besar, yang sarat makna budaya Melayu.

Berita lainnya  Respon Pemko Batam di Apresiasi DPRD Terkait Waktu Drop Off Parkir yang Kembali Menjadi 15 Menit

Nasi besar berwarna kuning melambangkan kebesaran dan kewibawaan kerajaan Melayu, serta harapan akan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan bersatu.

Menutup rapat paripurna, DPRD Kota Batam kembali mengingatkan bahwa tantangan pembangunan ke depan tidaklah ringan.

Seluruh elemen masyarakat diharapkan bersinergi mewujudkan visi Batam sebagai kota madani yang inovatif, berbudaya, dan berkelanjutan sebagai pusat investasi dan pariwisata.

Sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah, DPRD Batam menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan peraturan daerah yang berpihak pada masyarakat, memastikan pelayanan publik berjalan optimal, menyerap aspirasi warga, serta menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

Momentum Hari Jadi Batam yang diperingati setiap Desember juga dimaknai sebagai refleksi akhir tahun.

DPRD mengajak seluruh masyarakat menjadikan pergantian tahun sebagai ajang evaluasi, memperkuat sinergi, serta menyambut tahun 2026 dengan semangat optimisme dan komitmen bersama dalam membangun Batam yang lebih inklusif dan sejahtera.

Sementara, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra meneguhkan komitmen Pemerintah Kota Batam untuk mewujudkan Batam sebagai kota yang unggul dan berdaya saing pada peringatan Hari Jadi Batam (HJB) ke-196.

Amsakar menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi Batam ke-196, tidak hanya dimaknai sebagai momentum lahirnya sebuah kota, tetapi juga sebagai proses pewarisan nilai kecintaan, kebanggaan, serta rasa memiliki masyarakat terhadap masa depan Kota Batam.

Mengusung tema “Unggul dan Berdaya Saing”, peringatan HJB ke-196 menjadi penegasan arah pembangunan peradaban Kota Batam ke depan.

Unggul dimaknai sebagai kota yang maju dengan karakter kuat, kualitas sumber daya manusia yang mumpuni, birokrasi yang melayani, serta ruang publik yang inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, daya saing Batam diwujudkan melalui lahirnya berbagai inovasi serta pelayanan publik yang cepat, efektif, dan responsif.

Berita lainnya  Hasil Sirekap DPRD Batam 26,16 Persen, Gerindra Masih Unggul 18,2 Persen

Amsakar menilai Batam memiliki potensi strategis yang tidak dimiliki daerah lain. Posisi geografis yang strategis serta kekuatan sektor industri menjadikan Batam sebagai salah satu pemain utama di kawasan Asia Tenggara.

Amsakar menambahkan, sepanjang perjalanannya Batam telah membuktikan diri sebagai kota yang tangguh dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan perubahan. Hal tersebut tercermin dari capaian pertumbuhan ekonomi Batam yang terus meningkat.

Pada tahun 2024, ekonomi Batam tumbuh sebesar 6,69 persen dan meningkat menjadi 6,89 persen pada triwulan tahun 2025.

Capaian tersebut turut menopang perekonomian Provinsi Kepulauan Riau, dengan sektor industri sebagai tulang punggung utama yang mampu bersaing hingga tingkat internasional.

“Berbagai capaian pembangunan yang diraih ini, kami dedikasikan untuk seluruh pihak yang telah berkontribusi bagi kemajuan Kota Batam,” ujar Amsakar.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneguhkan tekad dan bekerja bersama dalam membangun Batam.

Menurutnya, persatuan dan kerukunan merupakan kekuatan utama yang akan membawa Batam melangkah lebih jauh.

Amsakar juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kota Batam, atas dukungan dan sinergi yang terjalin dalam menjalankan fungsi legislasi serta menghasilkan berbagai peraturan daerah yang strategis.

“Marilah kita terus menanamkan semangat kebersamaan dan gotong royong, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjaga kondusivitas daerah,” ujar dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.