PMDN Melesat Tahun 2025, Batam Tidak Lagi Bertumpu dengan PMA
2 min read
Oplus_16908288
Batam, Nusantaratoday.net – Realisasi investasi di Kota Batam sepanjang tahun 2025 menunjukkan dinamika menarik. Penanaman Modal Asing (PMA) masih jadi tulang punggung investasi. Namun, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencatat lonjakan signifikan dan menjadi penanda kuat tumbuhnya kepercayaan investor nasional terhadap Batam.
Berdasarkan laporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dan rilis resmi BP Batam, hingga Triwulan III 2025, realisasi investasi Batam telah menembus kisaran Rp54 triliun atau sekitar 91 persen dari target tahunan sebesar Rp60 triliun. Dari jumlah tersebut, kontribusi PMA dan PMDN menunjukkan komposisi yang semakin berimbang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pada Triwulan I 2025, total realisasi investasi Batam tercatat sekitar Rp8,61 triliun. PMA masih mendominasi dengan nilai sekitar Rp5,9 triliun, sementara PMDN mencapai Rp2,7 triliun. Meski lebih kecil, PMDN pada periode ini sudah menunjukkan pertumbuhan yang agresif dibandingkan tahun lalu.
Memasuki Semester I 2025, realisasi investasi kumulatif melonjak hingga sekitar Rp33,72 triliun. Pada fase ini, PMDN mulai mencuri perhatian karena pertumbuhannya yang melesat lebih dari dua kali lipat secara tahunan. PMA pada triwulan kedua tercatat sekitar Rp5,6 triliun, sementara PMDN mencapai Rp3,8 triliun.
Hingga Triwulan III 2025, nilai PMA yang masuk ke Batam tercatat sekitar Rp18,81 triliun. PMDN mencapai Rp14,85 triliun. Pertumbuhan PMDN tercatat sebagai yang paling tinggi, dengan lonjakan lebih dari 140 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dalam beberapa kesempatan menyampaikan, bahwa tren ini mencerminkan membaiknya iklim investasi di Batam. Ia bilang, peningkatan PMDN menunjukkan pelaku usaha nasional mulai melihat Batam bukan hanya sebagai kawasan industri berbasis investasi asing, tetapi juga sebagai ruang usaha strategis bagi investor dalam negeri.
“Pertumbuhan PMDN ini menandakan kepercayaan investor domestik semakin kuat. Batam tidak hanya menjadi tujuan investor asing, tetapi juga menjadi rumah bagi pengusaha nasional untuk berkembang,” katanya.
Keberlanjutan investasi asing tetap menjadi fokus BP Batam, mengingat PMA masih memberikan kontribusi besar terhadap pembukaan lapangan kerja, transfer teknologi, dan penguatan basis industri. Negara-negara seperti Singapura dan sejumlah negara Asia masih menjadi penyumbang utama PMA di Batam sepanjang 2025.
Namun demikian, keseimbangan antara PMA dan PMDN adalah fondasi penting bagi ketahanan ekonomi Batam. “Kalau hanya bergantung pada investasi asing, ekonomi kita rentan terhadap gejolak global. PMDN yang kuat akan menjadi penyangga ekonomi daerah,” tambahnya.
BP Batam terus melakukan pembenahan layanan perizinan, penyediaan infrastruktur, serta penataan kawasan industri untuk menjaga momentum investasi. Ia optimis, target investasi tahun 2025 dapat tercapai, bahkan berpeluang terlampaui jika tren positif ini berlanjut hingga akhir tahun.
Lonjakan PMDN sepanjang 2025 juga dia nilai sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong hilirisasi industri dan penguatan peran pengusaha nasional. Di Batam, kebijakan itu diterjemahkan dalam bentuk kemudahan berusaha dan percepatan realisasi proyek-proyek strategis.(*)
