September 7, 2026

Media Terpercaya

Karimun Perkuat Rantai Pasok Program MBG Lewat Digitalisasi Serta Peran Penyuluh Pertanian

2 min read

Oplus_16908288

Karimun, Nusantaratoday.net – Pemerintah Daerah Karimun akhirnya mengambil langkah berani dengan menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengalihan status administratif 26 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) ke Kementerian Pertanian mulai 1 Januari mendatang.

Melalui kebijakan ini, pemerintah terus memperkuat sinergi pusat dan daerah untuk memastikan swasembada pangan tetap berjalan, sekaligus mengamankan rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproyeksikan memutar uang hingga Rp144 miliar per tahun di Bumi Berazam.

Selanjutnya, penyerahan SK tersebut berlangsung dalam agenda Konsolidasi Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) bersama Pemerintah Daerah Karimun di Gedung Nasional, Senin, 29 Desember 2025. Acara ini menjadi momentum penting bagi penguatan peran penyuluh di lapangan.

Bupati Karimun, Iskandarsyah, secara tegas menekankan bahwa perubahan status administratif ini bukan berarti memutus kerja sama antara daerah dan penyuluh.

Sebaliknya, langkah ini justru menjadi bagian dari penataan roadmap pertanian modern yang telah dirumuskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Gaji mereka memang sudah dialihkan ke Kementerian Pertanian, tetapi Pemerintah Daerah tetap berdiri sebagai mitra strategis. Kami berkomitmen memberikan dukungan sarana dan prasarana penunjang bagi para penyuluh di lapangan,” ujar Iskandarsyah.

Kemudian, ia menjelaskan bahwa kehadiran penyuluh menjadi sangat krusial di tengah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di Karimun, penerima manfaat program tersebut telah mencapai 63.000 jiwa. Mulai dari anak sekolah TK hingga SMA, hingga ibu hamil, menyusui, dan lansia.

Lebih lanjut, Iskandarsyah memaparkan bahwa program ini berpotensi menciptakan perputaran ekonomi yang sangat besar di daerah.

“Jika kita hitung secara kasar, dengan alokasi Rp15.000 per porsi untuk belanja bahan baku. Maka ada sekitar Rp630 juta uang yang beredar di Karimun setiap harinya. Dalam setahun, dengan asumsi 24 hari kerja per bulan, perputarannya bisa mencapai Rp144 miliar,” papar Iskandarsyah.

Berita lainnya  Imigrasi Karimun Gelar Syukuran Terkait Hari Bhakti Imigrasi ke-74

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Karimun berambisi keras agar perputaran uang sebesar itu tidak mengalir keluar daerah. Maka dari itu, penyuluh pertanian terus didorong untuk mendampingi petani agar mampu menghasilkan produk berkualitas sesuai standar kebutuhan program MBG, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

Iskandarsyah juga berharap kolaborasi antara petani, Badan Usaha Milik Desa (BumDes), dan penyuluh mampu membentuk ekosistem pertanian yang mandiri dan kuat.

Dengan begitu, kebutuhan pangan seperti sayur, telur, dan daging dapat terserap langsung dari produsen lokal tanpa harus bergantung dari luar daerah.

“Inilah peran penyuluh yang terus kita dorong. Kita ingin petani kita sukses, hasil panen mereka diserap oleh pasar yang sudah jelas, yaitu program MBG ini. Kita butuh peta jalan yang jelas untuk mengembangkan sektor pertanian Karimun yang lebih modern dan berkelanjutan,” tambahnya.

Di sisi lain, kondisi geografis Karimun yang berbentuk kepulauan memang menghadirkan tantangan tersendiri, terutama terkait distribusi dan logistik. Namun demikian, melalui penguatan peran PPL, integrasi digitalisasi, serta dukungan BumDes, pemerintah tetap optimistis bahwa swasembada tingkat lokal dapat terwujud.

Pada akhirnya, konsolidasi Perhiptani ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan sektor pertanian Karimun. Dengan adanya kepastian pasar dari program nasional serta pendampingan teknis yang semakin intensif. Dari sektor pertanian berpotensi menjadi tulang punggung ekonomi baru yang kuat dan kompetitif di wilayah perbatasan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.