September 7, 2026

Media Terpercaya

PMDN Melesat Tahun 2025, Batam Tidak Lagi Bertumpu dengan PMA

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net –  Realisasi investasi di Kota Batam sepanjang tahun 2025 menunjukkan dinamika menarik. Penanaman Modal Asing (PMA) masih jadi tulang punggung investasi. Namun, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencatat lonjakan signifikan dan menjadi penanda kuat tumbuhnya kepercayaan investor nasional terhadap Batam.

Berdasarkan laporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dan rilis resmi BP Batam, hingga Triwulan III 2025, realisasi investasi Batam telah menembus kisaran Rp54 triliun atau sekitar 91 persen dari target tahunan sebesar Rp60 triliun. Dari jumlah tersebut, kontribusi PMA dan PMDN menunjukkan komposisi yang semakin berimbang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pada Triwulan I 2025, total realisasi investasi Batam tercatat sekitar Rp8,61 triliun. PMA masih mendominasi dengan nilai sekitar Rp5,9 triliun, sementara PMDN mencapai Rp2,7 triliun. Meski lebih kecil, PMDN pada periode ini sudah menunjukkan pertumbuhan yang agresif dibandingkan tahun lalu.

Memasuki Semester I 2025, realisasi investasi kumulatif melonjak hingga sekitar Rp33,72 triliun. Pada fase ini, PMDN mulai mencuri perhatian karena pertumbuhannya yang melesat lebih dari dua kali lipat secara tahunan. PMA pada triwulan kedua tercatat sekitar Rp5,6 triliun, sementara PMDN mencapai Rp3,8 triliun.

Hingga Triwulan III 2025, nilai PMA yang masuk ke Batam tercatat sekitar Rp18,81 triliun. PMDN mencapai Rp14,85 triliun. Pertumbuhan PMDN tercatat sebagai yang paling tinggi, dengan lonjakan lebih dari 140 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dalam beberapa kesempatan menyampaikan, bahwa tren ini mencerminkan membaiknya iklim investasi di Batam. Ia bilang, peningkatan PMDN menunjukkan pelaku usaha nasional mulai melihat Batam bukan hanya sebagai kawasan industri berbasis investasi asing, tetapi juga sebagai ruang usaha strategis bagi investor dalam negeri.

Berita lainnya  BP Batam Dorong Pemanfaatan IBOSS di Sektor Kepelabuhanan Kota Batam

“Pertumbuhan PMDN ini menandakan kepercayaan investor domestik semakin kuat. Batam tidak hanya menjadi tujuan investor asing, tetapi juga menjadi rumah bagi pengusaha nasional untuk berkembang,” katanya.

Keberlanjutan investasi asing tetap menjadi fokus BP Batam, mengingat PMA masih memberikan kontribusi besar terhadap pembukaan lapangan kerja, transfer teknologi, dan penguatan basis industri. Negara-negara seperti Singapura dan sejumlah negara Asia masih menjadi penyumbang utama PMA di Batam sepanjang 2025.

Namun demikian, keseimbangan antara PMA dan PMDN adalah fondasi penting bagi ketahanan ekonomi Batam. “Kalau hanya bergantung pada investasi asing, ekonomi kita rentan terhadap gejolak global. PMDN yang kuat akan menjadi penyangga ekonomi daerah,” tambahnya.

BP Batam terus melakukan pembenahan layanan perizinan, penyediaan infrastruktur, serta penataan kawasan industri untuk menjaga momentum investasi. Ia optimis, target investasi tahun 2025 dapat tercapai, bahkan berpeluang terlampaui jika tren positif ini berlanjut hingga akhir tahun.

Lonjakan PMDN sepanjang 2025 juga dia nilai sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong hilirisasi industri dan penguatan peran pengusaha nasional. Di Batam, kebijakan itu diterjemahkan dalam bentuk kemudahan berusaha dan percepatan realisasi proyek-proyek strategis.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.