Januari 6, 2026

Media Terpercaya

Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Lakukan Survei Lokasi Pengembangan Kawasan Wisata Walkable City

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, bersama tim gugus tugas, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) melakukan survei lokasi di kawasan Nagoya-Harbourbay, Jumat (2/1/2026)

Kegiatan ini merupakan langkah awal pengembangan proyek Nagoya Heritage sebagai destinasi wisata baru di Kota Batam.

Rencana Pembangunan Walkable City

Mouris Limanto menjelaskan, survei lokasi dilakukan mulai dari pedestrian Harbourbay hingga Pakuwon Nagoya dengan total panjang jalur sekitar 4,7 kilometer.

Proyek ambisius ini bertujuan menciptakan konsep walkable city atau kota yang ramah pejalan kaki sebagai daya tarik wisata baru di kawasan Nagoya Heritage. “Kita mau bikin semacam walkable city sebagai destinasi wisata yang baru di Nagoya Heritage. Pedestrian nanti akan dirapikan, termasuk kawasan di sekitarnya,” ujar Mouris saat ditemui di lokasi survei.

Dalam pengembangan kawasan ini, BP Batam tidak hanya fokus pada pengusaha besar, tetapi juga memberikan perhatian khusus kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kios-kios pedagang akan ditata, dirapikan, dan diperbaiki tampilannya dengan sistem pengelolaan kawasan yang lebih profesional.

Infrastruktur Pendukung

Mouris menambahkan, pihaknya akan menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung seperti kantong-kantong parkir dan perbaikan sistem lalu lintas. Yang menarik, terdapat area-area tertentu yang akan dikhususkan hanya untuk pejalan kaki tanpa akses kendaraan bermotor maupun sepeda motor. “Bahkan ada daerah-daerah tertentu yang hanya untuk pejalan kaki saja, tidak bisa dilalui oleh mobil ataupun sepeda motor,” jelasnya.

Skema Gotong Royong

Terkait pembiayaan, proyek ini akan menggunakan skema kerja sama antar pemangku kepentingan atau konsep gotong royong. Melibatkan BP Batam, Pemerintah Kota Batam, kalangan pengusaha, hingga berbagai asosiasi. “Kalau penganggaran, kita inginnya sistem kerja sama antar stakeholder, jadi proyek ini semacam proyek gotong royong,” ungkap Mouris.

Berita lainnya  Muhammad Rudi Hadiri Pesta Bona Taon PPSD Siahaan se-Kota Batam

Fase Pertama: Crowd Gather

Fase pertama yang akan dikerjakan adalah crowd gathering atau meramaikan kawasan terlebih dahulu. BP Batam akan memanfaatkan momentum event besar seperti perayaan Imlek dan Idul Fitri untuk menghidupkan suasana di sepanjang jalan Nagoya Heritage.

“Fase pertama yang kami kerjakan adalah crowd gather, yaitu meramaikan areanya dulu. Kita mau memanfaatkan momen event besar seperti Imlek dan Idul Fitri supaya suasananya hidup dulu,” paparnya.

Mouris menegaskan, pendekatan ini bertujuan menciptakan budaya baru untuk Kota Batam, di mana masyarakat dapat berkuliner dan berbelanja di kawasan tersebut. Setelah kawasan mulai ramai, barulah pihak BP Batam akan masuk melakukan pembenahan infrastruktur secara bertahap. “Kami ingin pertumbuhannya lebih organik.

Saat massa sudah datang, biasanya area ekonomi akan tumbuh sendiri; pemilik toko akan lebih kreatif dan terdorong untuk merenovasi atau mempercantik tempatnya masing-masing,” jelasnya.

Dukungan Berbagai Pihak

Untuk penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), BP Batam telah menjalin kerja sama dengan APKLI yang akan menyediakan data pedagang yang dibutuhkan. Para pedagang pun dilaporkan telah memberikan dukungannya untuk proyek ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.