September 9, 2026

Media Terpercaya

Muhammad Yunus Muda Resmi Jabat Wakil Ketua III DPRD Kota Batam.

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam mengelar rapat paripurna dengan agenda pengucapan sumpah/janji Muhammad Yunus Muda SE sebagai Wakil Ketua III DPRD Kota Batam, Rabu (28/1/2026).”

“Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Batam, Haji Muhammad Kamaluddin, didampingi Wakil Ketua I Haji Aweng Kurniawan dan Wakil Ketua II Budi Mardiyanto, SE, MM. Turut hadir Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Staf Ahli Gubernur Kepulauan Riau Guntur Sakti yang mewakili Gubernur Ansar Ahmad, sejumlah anggota DPRD Provinsi Kepri, unsur Forkopimda Batam, pimpinan dan anggota DPRD Batam, pejabat Pemko dan BP Batam, tokoh masyarakat, insan pers, serta tamu undangan lainnya.

Dalam pengantarnya saat membuka rapat, Kamaluddin menegaskan bahwa proses PAW pimpinan DPRD telah dilaksanakan sesuai mekanisme peraturan perundang-undangan. Ia merujuk pada Pasal 37 ayat (1) dan Pasal 39 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD, yang mengatur tata cara pemberhentian dan pengangkatan pimpinan DPRD melalui rapat paripurna dan keputusan dewan.

Lebih lanjut, Kamaluddin menjelaskan bahwa usulan PAW berasal dari DPD Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau melalui surat Nomor B-01/DPD/Golkar/I/2026 tertanggal 12 Januari 2026. Usulan tersebut kemudian mendapat persetujuan dari DPP Partai Golkar melalui surat Nomor B-921/DPP/Golkar/XII/2025 tertanggal 31 Desember 2025 yang menetapkan Muhammad Yunus Muda, SE sebagai calon pengganti.

Pengucapan sumpah dan janji jabatan Muhammad Yunus Muda sebagai Wakil Ketua III DPRD Batam dipandu oleh Ketua Pengadilan Negeri Batam, Tiwi, SH, MH, serta rohaniawan dari Kantor Kementerian Agama Kota Batam. Prosesi berlangsung dengan khidmat dan lancar, serta ditutup dengan penandatanganan berita acara.

Berita lainnya  Pelajari Pengawasan Perijinan Dan Investasi, DPRD Cilacap Kunjungan Kerja Ke DPRD Batam

“Menjadi pimpinan DPRD selain amanah juga merupakan bentuk pengabdian diri yang harus dilandasi dengan niat ikhlas,” pesan Kamaluddin.

Dalam kesempatan tersebut, DPRD juga mendengarkan pandangan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Dalam pidatonya, Amsakar memaparkan secara singkat capaian pembangunan selama satu tahun masa kepemimpinan Amsakar Achmad–Li Claudia Chandra, meliputi pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, serta upaya maksimal dalam penanganan suplai air bersih.

“Kami mengharapkan hubungan kerja yang semakin produktif antara Pemerintah Kota Batam dan DPRD Kota Batam dalam upaya meningkatkan pembangunan,” tegas Amsakar.

Usai pidato Wali Kota, Ketua DPRD menutup rapat paripurna tersebut. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada Muhammad Yunus Muda, SE yang hadir bersama keluarga.

Muhammad Yunus Muda bukan sosok baru dalam jajaran pimpinan DPRD Kota Batam. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua III DPRD Batam pada periode 2014–2024, menggantikan almarhum Ruslan Ali Wasyim. Pada periode 2024–2029, posisi tersebut kemudian diisi oleh Hendra Asman SH MH hingga akhirnya mengalami pergantian karena alasan kesehatan.

Melalui keputusan paripurna ini, Muhammad Yunus Muda kembali menduduki kursi Wakil Ketua III DPRD Kota Batam mulai Januari 2026 untuk melanjutkan sisa masa jabatan hingga tahun 2029.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.