September 8, 2026

Media Terpercaya

PERAYAAN IMLEK NUSANTARA DI BATAM, WUJUD HARMONI DAN TOLERANSI

2 min read

Batam, Nusantaratoday.net – Perayaan penyambutan Tahun Baru Imlek 2577/2026 berlangsung meriah, aman, dan penuh kebersamaan di kawasan Komplek Bumi Indah, Nagoya, Kota Batam, Senin (16/2/2026) malam. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 21.00 WIB tersebut dihadiri sejumlah pejabat pusat, daerah, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta ribuan warga Kota Batam.

Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Menteri Transmigrasi RI, Kapolda Kepri, Wakapolda Kepri, Pejabat Utama Polda Kepri, Forkopimda Provinsi Kepri, Forkopimda Kota Batam, Ketua PSMTI Pusat dan Ketua PSMTI Kota Batam, serta seluruh anggota Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia dan masyarakat Kota Batam.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyalaan kembang api dan penampilan barongsai yang memukau masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan tarian persembahan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Kota Batam, pembukaan oleh MC, sambutan dari Ketua PSMTI Kepri, Menko Infrastruktur dan Walikota Batam, kemudian acara dilanjutkan dengan hiburan, serta puncak acara berupa pemukulan gong oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sebagai simbol perayaan Tahun Baru Imlek.

Ketua PSMTI Kota Batam dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pejabat pusat dan daerah dalam perayaan Imlek bersama masyarakat. Ia menjelaskan bahwa tema yang diangkat tahun ini adalah “Harmonis Imlek Nusantara”, yang mencerminkan semangat persatuan, toleransi, dan kebersamaan dalam keberagaman budaya Indonesia. Melalui perayaan tersebut, diharapkan dapat semakin mempererat silaturahmi serta memperkuat semangat kebangsaan.

Wali Kota Batam dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum pergantian tahun sebagai ajang evaluasi, refleksi, dan perencanaan masa depan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi untuk mendorong pembangunan Kota Batam. Selain itu, pemerintah daerah terus berupaya mengatasi berbagai permasalahan, seperti air bersih, sampah, dan banjir, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berita lainnya  Jaga Keandalan Pasokan Listrik, PLN Batam Lakukan Pemeliharaan Rutin PLTU

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menyampaikan bahwa Batam merupakan kota multikultural yang menjadi miniatur Indonesia, di mana keberagaman suku, agama, ras, dan budaya hidup dalam harmoni. Ia menegaskan pentingnya menjaga semangat persatuan dalam perayaan Imlek, sekaligus mendorong pembangunan infrastruktur yang berkeadilan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, Batam memiliki posisi strategis sebagai kawasan Free Trade Zone yang harus terus didorong pertumbuhan ekonominya secara inklusif. Pemerintah juga mengapresiasi kontribusi masyarakat Tionghoa, khususnya para pelaku usaha dan industri, dalam membuka lapangan pekerjaan serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H. melalui Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan “Polda Kepulauan Riau mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek 2577/2026 kepada seluruh masyarakat yang merayakan. Kami mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini dengan aman, tertib, dan penuh kebersamaan sebagai wujud nyata toleransi serta persatuan di Kota Batam.

Polda Kepri bersama seluruh unsur pengamanan akan terus berkomitmen menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, sehingga setiap kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan penuh kedamaian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.