September 9, 2026

Media Terpercaya

Ketua DPRD Batam Muhammad Kamaluddin Gelar Open House

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Kediaman Ketua DPRD Kota Batam, Haji Muhammad Kamaluddin, mendadak jadi pusat perhatian pada Minggu (22/3/2026).

Orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat tampak antusias memadati acara open house yang digelar sejak pagi hingga sore hari tersebut.

Suasana hari itu benar-benar cair dan penuh kehangatan,Tidak ada jarak antara pejabat dan rakyat. Haji Muhammad Kamaluddin bersama sang istri, Ny Hj Pujiarni Kamaluddin yang juga Ketua Piswan DPRD Batam siaga di pintu masuk.

Keduanya menyambut langsung setiap tamu yang datang dengan ramah. Kehadiran mereka memberikan kesan akrab dan sangat dekat dengan masyarakat yang datang bersilaturahmi.

Tak sekadar datang untuk bersalaman dan saling memaafkan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, banyak warga yang justru berebut momen untuk berfoto bersama tuan rumah.

Suasana kebersamaan terlihat sangat kental, diwarnai canda tawa dan interaksi hangat yang jarang terlihat di ruang-ruang formal pemerintahan. Kemeriahan acara semakin bertambah dengan kehadiran sejumlah pejabat penting di Kota Batam. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, tampak hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dari kursi legislatif, terlihat hadir Wakil Ketua I DPRD Batam, Haji Aweng Kurniawan dari Fraksi Partai Gerindra, serta Wakil Ketua III, Muhammad Yunus Muda. Tak ketinggalan, sejumlah anggota DPRD Batam lainnya juga ikut turun meramaikan suasana silaturahmi ini. Dalam kesempatan tersebut, Haji Muhammad Kamaluddin mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat dan tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Sembari menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, ia menitipkan sebuah harapan besar.

“Moga dengan silaturahmi ini mempererat persaudaraan dan semangat persatuan kita,” ujarnya singkat. Momen open house ini pun berakhir dengan kesan positif, menegaskan bahwa hubungan antara wakil rakyat dan masyarakatnya tetap solid dan penuh semangat kekeluargaan.

Berita lainnya  DPRD Kota Batam Terima Audiensi KPK Republik Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.