September 9, 2026

Media Terpercaya

Konsorsium AS-Jerman Incar Batam untuk Produksi Semi Konduktor

3 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Rencana masuknya perusahaan konsorsium Amerika dan Jerman ke Batam melalui PT Wiraraja GEISEP hingga kini belum juga terealisasi. Investasi yang digadang-gadang bakal mendorong Batam naik kelas di industri semikonduktor itu masih tersendat akibat persoalan lahan dan perizinan.

Direktur Politeknik Negeri Batam periode 2024–2028, Ir. Bambang Hendrawan, ST., MSM., CIPMP., CISCP, menilai peluang tersebut seharusnya disikapi serius. Menurut dia, Batam sedang berada di titik penting untuk menangkap momentum investasi industri masa depan yang kini diperebutkan banyak negara di Asia Tenggara.

“Momentum itu memang harus sekarang. Kebutuhan semikonduktor terus meningkat karena perkembangan AI, teknologi, energi baru terbarukan, kendaraan listrik, semuanya butuh chip,” ujar Bambang dalam wawancara dengan awak media.

Bambang mengatakan, jika investasi semikonduktor benar-benar masuk dan berjalan, dampaknya untuk Batam tidak akan kecil. Bukan hanya menghadirkan pabrik, tetapi juga membangun rantai pasok, ekosistem industri, hingga membuka lapangan kerja dalam skala besar. Ia menyebut industri semikonduktor dapat menjadi mesin baru pertumbuhan bagi Batam. Di tengah target pertumbuhan ekonomi yang tinggi, Batam dinilai membutuhkan sektor dengan nilai tambah besar agar tidak terus bergantung pada industri lama.

“Kalau betul investasinya sampai ratusan triliun, multiplier effect-nya pasti jauh lebih besar. PDRB Batam bisa melesat kalau semuanya berjalan normal,” katanya.

Menurut Bambang, Batam sebenarnya memiliki modal awal yang cukup kuat untuk masuk lebih jauh ke industri ini. Selain letaknya strategis, Batam sudah memiliki basis industri elektronik dan SDM yang mulai disiapkan. Politeknik Negeri Batam sendiri, kata dia, sudah membuka program studi spesifik di bidang semikonduktor sejak 2017. Namun, peluang besar itu justru terancam lewat karena persoalan internal yang tak kunjung selesai.

Berita lainnya  Amat Tantoso Penasehat Kadin Kota Batam Berharap Nasir Dapat Membawa Kemajuan Kadin Kota Batam

“Sayang sekali kalau ada investor sudah mau menaruh uangnya, tapi kita masih ribut di dalam. Harusnya duduk bareng, cari solusi, supaya dari sisi pemerintah tetap terkendali, dari sisi prosedur tetap jalan, tapi investor juga bisa difasilitasi,” tegasnya. Ia mengingatkan, investor tidak bisa menunggu terlalu lama. Apalagi, negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, hingga India sedang agresif membangun ekosistem semikonduktor dengan insentif, lahan, dan kepastian regulasi yang jauh lebih siap.

Dalam pandangannya, Batam justru berisiko kalah sebelum bertanding jika persoalan lahan dan perizinan terus berlarut. Bukan tidak mungkin, investor yang semula melirik Batam beralih ke kawasan lain yang lebih siap, termasuk Johor, Malaysia. “Jangan sampai peluang yang ada gagal hanya gara-gara kita tidak bisa merembukannya dengan baik. Begitu mereka pindah, negara tujuan mereka akan makin kuat, sementara kita tetap di posisi sekarang,” ujarnya.

Bambang menilai, secara objektif dampak investasi ini sangat besar bagi Batam dan Indonesia. Sebab, selama ini posisi Indonesia dalam industri semikonduktor kawasan masih tertinggal jauh dibanding negara-negara ASEAN lain. Padahal, Indonesia memiliki bahan baku, jumlah penduduk besar, dan letak geografis strategis.

Karena itu, ia berharap persoalan yang menghambat realisasi investasi PT Wiraraja GEISEP bisa segera dimitigasi. Menurut dia, apa pun kendalanya, penyelesaiannya harus dipercepat agar Batam tidak kehilangan momentum untuk menjadi simpul baru industri semikonduktor nasional.

“Intinya, jangan sampai mereka pindah. Karena kalau itu terjadi, kita bukan cuma kehilangan investasi, tapi juga kehilangan kesempatan untuk naik kelas,” pungkasnya.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.