September 7, 2026

Media Terpercaya

BP Batam Bidik Lebih Banyak Investor Jepang, Ini Strateginya

3 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat upaya menarik investasi asing dengan meningkatkan kerja sama bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo, dan Bank BNI Tokyo. Sinergi tersebut ditujukan untuk memperluas promosi investasi sekaligus membuka peluang masuknya lebih banyak perusahaan Jepang ke Batam.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis (3/9/2026), BP Batam memaparkan perkembangan ekonomi, pertumbuhan industri, serta berbagai peluang investasi yang tersedia di Batam. Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat posisi Batam sebagai salah satu destinasi investasi utama bagi perusahaan Jepang di Indonesia.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan perusahaan Jepang dikenal sangat selektif dalam menentukan lokasi investasi. Karena itu, penyediaan informasi yang lengkap mengenai kawasan industri, infrastruktur, hingga kemudahan perizinan menjadi faktor penting dalam menarik minat investor.

“Perusahaan Jepang dikenal sangat detail dalam menentukan kawasan untuk investasinya. Karena itu, informasi yang komprehensif mengenai kawasan, kesiapan infrastruktur, kepastian proses perizinan, dan kemudahan berusaha menjadi sangat penting,” ujar Ariastuty.

Jepang Masuk Lima Besar Investor Asing di Batam

BP Batam mencatat Jepang masih menjadi salah satu investor asing terbesar di Batam. Berdasarkan realisasi investasi pada Triwulan I 2026, Jepang masuk dalam lima besar negara asal Penanaman Modal Asing (PMA).

Pada periode tersebut, total realisasi investasi Batam mencapai Rp17,4 triliun, terdiri atas PMA sebesar Rp8,8 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp8,5 triliun.

Sementara itu, hingga Semester I 2026, total investasi yang masuk ke Batam telah mencapai Rp38,97 triliun, mencerminkan pertumbuhan yang terus berlanjut di tengah tingginya minat investor terhadap kawasan industri Batam.

Berita lainnya  15 April Mendatang, BP Batam Lakukan Penyesuaian Tarif Parkir Pelabuhan Domestik

Banyak Perusahaan Jepang Telah Beroperasi di Batam

Saat ini, sejumlah perusahaan Jepang telah beroperasi di Batam pada berbagai sektor strategis, mulai dari elektronik, komponen otomotif, manufaktur, hingga industri kimia.

Beberapa perusahaan tersebut antara lain PT Epson Batam, PT Yokogawa Manufacturing Batam, PT Sumitomo Wiring Systems Batam Indonesia, PT SIIX Electronics Indonesia, PT Rubycon Indonesia, PT Patlite Indonesia, PT Shimano Batam, PT NOK Precision Component Batam, serta PT Nissin Kogyo Batam.

Keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa Batam mampu menyediakan ekosistem investasi yang kompetitif sekaligus menjadi referensi positif bagi calon investor Jepang lainnya.

BP Batam Tawarkan Kemudahan Investasi

Dalam pertemuan tersebut, BP Batam juga meminta dukungan KBRI Tokyo, IIPC Tokyo, dan BNI Tokyo untuk memperluas promosi Batam kepada pelaku usaha di Jepang.

Batam menawarkan sejumlah keunggulan kompetitif, di antaranya lokasi strategis yang berdekatan dengan Singapura dan pasar Asia, infrastruktur yang terus berkembang, serta sistem perizinan investasi yang terintegrasi di bawah kewenangan BP Batam.

Menurut Ariastuty, kepastian hukum dan kemudahan proses perizinan menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan daya saing Batam dibandingkan kawasan investasi lainnya di Indonesia.

“Kami ingin perusahaan Jepang tidak hanya mengenal Batam sebagai bagian dari Indonesia, tetapi melihat Batam sebagai kawasan yang siap menerima dan mendukung pengembangan investasi mereka,” kata Ariastuty.

Melalui kolaborasi dengan KBRI Tokyo, IIPC Tokyo, dan BNI Tokyo, BP Batam berharap informasi mengenai potensi investasi Batam semakin luas dikenal oleh dunia usaha Jepang sehingga mampu mendorong masuknya investasi baru dan memperkuat pertumbuhan ekonomi Batam.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Direktur Pengendalian Investasi BP Batam Yani Alkindi, Direktur Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hadjad Widagdo, serta Kepala Biro Keuangan Siswanto.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.