September 9, 2026

Media Terpercaya

Mitsubishi Estate Asia Kunjungi BP Batam, Jajaki Peluang Investasi

3 min read

Nusantaratoday.net, Batam || Mitsubishi Estate Asia, yang merupakan pengembang terkemuka asal Jepang, melakukan kunjungan ke Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) di Marketing Centre pada Selasa (23/1/2024).

Rombongan tersebut dipimpin oleh Head of Asset and Fund Management Tuan Sing Holdings, Patrick Tan, dan diterima oleh Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait.

Turut hadir mendampingi, Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal Surya Kurniawan Suhairi beserta Jajaran Eselon III di lingkungan BP Batam.

Pertemuan ini merupakan inisiatif dari Opus Bay Management, yang sedang aktif dalam pembangunan apartemen dan perumahan di kawasan Marina City Batam.

Opus Bay Management mengundang Mitsubishi Estate Asia untuk menjajaki potensi kerja sama yang dapat memberikan dampak positif pada pengembangan ekonomi dan infrastruktur di Batam.

Menurut Opus Bay, Batam dianggap sebagai kota yang sangat strategis dan memiliki potensi besar untuk investasi properti.

Pihaknya meyakini kolaborasi dengan Mitsubishi Estate Asia diharapkan dapat mengakselerasi kemajuan proyek-proyek yang tengah dikembangkan di kawasan tersebut.

“Masa depan Batam terlihat cerah. Dengan bandara baru dan kedatangan maskapai asing, kami yakin jumlah wisatawan akan terus meningkat. Permintaan untuk layanan, pariwisata, dan perhotelan akan menjadi sangat baik ke depannya di Kota Batam ini,” ujar Mr. Patrick Tan.

Pihaknya juga mengungkapkan langkah BP Batam dalam memberikan kemudahan akses kepada para investor ini, sebagai langkah pertama yang penting dalam menggaet investor.

Mr. Patrick Tan menegaskan kegembiraannya dalam berinvestasi di Batam dan menyatakan kepercayaannya pada BP Batam, khususnya kepada Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dan jajaran di BP Batam yang telah mendukung dan memberikan akses yang mudah untuk berinvestasi.

Berita lainnya  Serunya Event Mancing Mania BP Batam di Taman Rusa

Kemudian, President Director Mitsubisi Estate Asia, Mr. Yasuaki Oda, menyatakan bahwa kunjungannya ke BP Batam ini merupakan langkah awal bagi Mitsubishi Estate dalam mengeksplorasi potensi dan peluang investasi di Batam.

“Terima kasih kepada BP Batam yang telah menyambut kedatangan kami, memberikan data dan informasi kepada kami terkait pertumbuhan ekonomi hingga progres pengembangan di Batam,” pungkas Mr. Yasuaki Oda.

Mr. Yasuaki Oda mengatakan bahwa Batam sangat ramah berbisnis dan investasi, baik dari segi perpajakan maupun hukum. Selain itu, Ia mengatakan Batam sangat terbuka untuk investor asing.

“Keunikan Batam menjadi salah satu faktor yang membedakannya dari kota-kota lain di Indonesia. Kemudahan akses masuk ke Batam dan kebijakan yang mendukung investasi tampaknya menjadi daya tarik bagi kami,” puji Mr. Yasuaki Oda.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait, sangat senang dan menyambut baik atas kunjungan ini.

Ia menyatakan bahwa dengan kedatangan perusahaan besar seperti Mitsubishi Estate, akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan Batam.

“Batam termasuk salah satu kota yang sangat berpotensi. Oleh karena itu, mereka (Mitsubisi Estate Asia) berencana untuk membangun kondominium. Meskipun masih dalam tahap diskusi, harapan kami dengan kedatangan perusahaan besar seperti Mitsubishi ini, Batam akan terus berkembang dan menjadi kota yang semakin maju,” ujar Ariastuty Sirait.

Lebih lanjut, Ariastuty Sirait menyampaikan harapannya bahwa Batam akan menjadi destinasi investasi yang menarik, berkembang, dan menjadi kota yang maju, tentu dengan dukungan seluruh pihak.

Pernyataan ini juga sejalan dengan komitmen Kepala BP Batam Muhammad Rudi yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Batam dengan infrastruktur yang modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.