September 9, 2026

Media Terpercaya

Rani Rafitriyani Apresiasi Perjuangan Timnas Indonesia U-23

2 min read

Oplus_131072

Batam, Nusantaratoday.com || Ratusan masyarakat tampak antusias saat menghadiri kegiatan Nonton Bareng (Nobar) pertandingan Playoff Olimpiade Paris 2024 antara Timnas U-23 vs Guinea yang berlangsung di Sekretariat KONI Batam, Kamis (10/5/2024).

Pantauan tim di lokasi, semangat dan sorak-sorai warga Batam untuk mendukung perjuangan Timnas Garuda tak berhenti sejak awal hingga akhir laga. Meski pada akhirnya, skuad asuhan Shin Tae-yong gagal meraih kemenangan.

Terlepas dari hasil yang mengecewakan, Ketua Umum KONI Kota Batam, Rani Rafitriyani mengapresiasi perjuangan Timnas Indonesia yang telah tampil impresif sejak Piala Asia U-23 2024 lalu.

Menurut Rani, kekalahan atas Guinea menjadi pelajaran berharga untuk Pratama Arhan cs ke depannya.

“Apapun hasilnya, performa Timnas Garuda sudah mampu mencuri hati seluruh masyarakat Indonesia. Saya selaku Ketua Umum KONI Batam mengucapkan terima kasih atas perjuangan yang luar biasa dari Timnas untuk mengharumkan nama Indonesia di level internasional,” kata Rani, Jumat (10/5/2024).

Selain itu, putri dari H. Muhammad Rudi dan Hj. Marlin Agustina tersebut juga mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan nobar Timnas Indonesia U-23 sejak Piala Asia U-23 hingga Playoff Olimpiade Paris 2024. Terutama kepada pengurus KONI Kota Batam dan Ultras Garuda Batam.

“Terima kasih pula atas partisipasi banyak pihak yang sampai saat ini telah mendukung terselenggaranya kegiatan dari KONI Kota Batam,” tambahnya.

Rani meyakini, kolaborasi antara pemerintah daerah, swasta, serta seluruh komponen masyarakat adalah faktor penting dalam merealisasikan banyak ide dan gagasan ke depan. Khususnya terhadap pembinaan yang maksimal kepada seluruh cabang olahraga.

Apalagi saat ini, pengembangan atlet di masing-masing cabang olahraga menjadi perhatian serius KONI Kota Batam.

Berita lainnya  Manchester City Juara Liga Inggris:  kunci gelar di laga terakhir

“Saya meyakini, kolaborasi dan sinergi yang baik menjadi suatu hal yang penting guna melahirkan atlet-atlet berprestasi ke depan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.