September 8, 2026

Media Terpercaya

Rani Rafitriyani Apresiasi Kekompakan Viking Batam

2 min read

Batam, Nusantaratoday.net – Rani Rafitriyani tampak antusias saat menghadiri Nonton Bareng (Nobar) Final BRI Liga 1 antara Persib Bandung melawan Madura United yang berlangsung di Sekretariat KONI Kota Batam, Jumat (31/5/2024).

Hadir bersama suami tercinta, Rani pun larut dalam euforia kemenangan Persib setelah sukses mempecundangi Madura United dengan skor 3-1 di final Leg 2 Liga 1.

“Selamat untuk Persib Bandung yang keluar sebagai Juara Liga 1. Semoga Persib dapat mempertahankan prestasi ini di kompetisi tahun depan,” ujar Rani yang menjabat sebagai Ketua Umum KONI Kota Batam usai nobar.

Pada kesempatan tersebut, putri dari H. Muhammad Rudi dan Hj. Marlin Agustina itu turut mengapresiasi kekompakan ratusan suporter Persib di Kota Batam yang telah meramaikan jalannya nobar.

Menurut Rani, kekompakan dan kolaborasi antar seluruh elemen masyarakat dan komponen daerah lainnya menjadi faktor penting dalam mendukung kemajuan olahraga ke depannya.

“Terima kasih pula atas partisipasi yang luar biasa dari Viking Batam yang telah ikut menyukseskan penyelenggaraan nobar. KONI Batam berkomitmen untuk selalu mendukung kegiatan kepemudaan dan olahraga ke depannya,” tambah Rani.

Di sisi lain, Rani juga meminta agar seluruh pihak dapat menjaga Batam agar tetap kondusif.

Sehingga, pembangunan Batam sebagai daerah unggulan investasi bisa terwujud dengan maksimal.

“Yang terpenting, jaga kekompakan agar Batam tetap kondusif sehingga ide-ide kreatif, inovasi maupun investasi, khususnya di bidang olahraga, dapat terealisasi dengan baik dan mampu memberikan kontribusi terhadap kemajuan daerah,” tutup Rani.

Sementara, Pembina Viking Kota Batam, Nopianto mengapresiasi beberapa langkah strategis KONI Kota Batam di bawah kepemimpinan Rani Rafitriyani.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Bu Rani karena selalu mendukung kegiatan kepemudaan dan olahraga di Batam. Seperti pesan Bu Rani, kami siap menjaga Batam agar tetap kondusif. Semua kita harus ikut berkontribusi dalam kemajuan Batam,” tegas Kang Nopi, panggilan akrabnya. (*)

Berita lainnya  Kalahkan Turkmenistan, Timnas Indonesia U-23 Lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.