September 8, 2026

Media Terpercaya

Serunya Event Mancing Mania BP Batam di Taman Rusa

2 min read

Batam, ⁠Nusantaratoday.net – Untuk memeriahkan peringatan Hari Bakti BP Batam ke-53, Badan Usaha Fasilitas Lingkungan menggelar Mancing Mania, Minggu (27/10/2024).

Antusiasme peserta kegiatan pun tak terbendung, mulai dari para pejabat serta staf yang hadir bersama keluarga di Kolam Pancing Taman Rusa Sekupang, berbondong-bondong berpartisipasi.

Adapun rangkaian kegiatan ini diawali dengan senam pagi bersama lebih dari seribu pegawai BP Batam, dan dilanjutkan dengan penanaman 2 pohon Baobab yang didatangkan langsung dari Madagaskar, Afrika.

Penanaman pohon ini juga merupakan kerja sama BP Batam dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Jasaraharja Putera Tahun 2024, dalam rangka perayaan Hari Bakti BP Batam ke-53.

Kedua pohon tersebut ditanam oleh Plh. Kepala BP Batam, Purwiyanto beserta jajaran dan mitra kerja BP Batam yang turut hadir meramaikan kegiatan tersebut.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan lomba memancing. Perlombaan ini dilakukan sebanyak dua sesi, dimana sesi pertama diikuti oleh Plh. Kepala BP Batam beserta para Anggota Bidang, dan sesi kedua diikuti oleh staf di masing-masing unit kerja.

“Ada lebih dari 70 ekor ikan patin yang telah kami beri tanda. Beratnya sekitar 1,5 sampai 2 kilogram. Ikan-ikan ini memang cukup sulit untuk dipancing karena biasanya berenang di dasar kolam, jarang muncul ke permukaan,” jelas Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Binsar Tambunan.

Selesai memancing, Tim Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, di bawah pimpinan Wan Darussalam, berhasil menjadi Champion dalam gelaran ini dengan berat total ikan 6,61 kilogram.

Di posisi kedua, Tim Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi dengan berat total ikan 4,91 kilogram dan posisi ketiga diraih Tim Plh. Kepala BP Batam dengan berat total ikan 4,26 kilogram.

Berita lainnya  BP Batam Raih Prestasi Tingkat Nasional dalam Pengelolaan JDIH 2026

Plh. Kepala BP Batam, Purwiyanto menyatakan apresiasinya kepada Badan Usaha Fasilitas Lingkungan yang telah menginisiasi event Mancing Mania.

“Kegiatan ini juga bisa menjadi stimulus untuk meningkatkan sinergitas dan mendorong kinerja BP Batam menjadi lebih baik lagi,” kata Purwiyanto.

Sebagai penutup, kegiatan ini dimeriahkan dengan puluhan door prize yang memperebutkan satu unit sepeda motor sebagai hadiah utama.

“Sekali lagi, selamat kepada para pemenang lomba dan door prize. Kami juga berterima kasih kepada seluruh pejabat dan pegawai yang sudah hadir meramaikan acara ini. Semoga acaranya lebih sukses dan meriah lagi di tahun depan,” harap Purwiyanto.
(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.