September 8, 2026

Media Terpercaya

Kota Makin Indah, Terkait 3 Mega Flyover Kepri

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Soal infrastruktur, Provinsi Kepri terus mencatat kemajuan pesat. Hadirnya tiga flyover yang ikonik, memperkuat konektivitas antarwilayah dan menambah estetika kota.

Berikut adalah tiga mega proyek flyover ikonik yang menjadi kebanggaan masyarakat Kepri:

1.Flyover Laluan Madani

Flyover pertama di Kepri ini terletak di Simpang Jam, Kota Batam, dan diresmikan pada 21 Desember 2017. Dengan panjang 460 meter dan lebar 32 meter, flyover ini dirancang untuk mengatasi kemacetan di jalur utama menuju Nagoya dan Batuampar yang dilalui sekitar 272 ribu kendaraan setiap hari.

Dihiasi ornamen khas Melayu, seperti motif pucuk rebung dan lebah bergayut, Flyover Laluan Madani tidak hanya memudahkan lalu lintas tetapi juga menjadi simbol budaya lokal dengan filosofi ketahanan dan perlindungan.

2.Flyover Basuki Rahmat-Dompak

Proyek flyover pertama di Tanjungpinang, ibu kota Kepri, ini diresmikan pada 3 Februari 2023. Dengan panjang 450 meter dan lebar 9 meter, flyover ini mengurangi kemacetan di Simpang Ramayana dan mempercantik pemandangan kota.
Dibangun dengan struktur U-Girder dan menelan biaya Rp60 miliar, flyover ini juga meningkatkan akses ke destinasi wisata di Tanjungpinang, memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata.

3.Flyover Sungai Ladi

Flyover Sungai Ladi, diresmikan pada akhir Desember 2024. Flyover ini menghubungkan Sekupang dan Batam Center dengan panjang 120 meter dan lebar 14 meter. Dengan jalur pedestrian dan sepeda yang ramah lingkungan, flyover ini juga dilengkapi dengan pelebaran jalan di sekitarnya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.
Proyek senilai Rp132 miliar ini turut meningkatkan keamanan bagi para pengguna jalan.

Ketiga proyek flyover ini bukan hanya sebagai solusi untuk kemacetan, tetapi juga simbol dari kemajuan dan identitas budaya lokal.

Berita lainnya  BP Batam Kecam Perusakan Puluhan Tanaman Bugenvil, Ini Menciderai Semangat Penataan Kota

Dengan desain modern dan ornamen Melayu, proyek-proyek ini semakin memperkuat Kepri sebagai destinasi wisata yang menarik dan meningkatkan konektivitas antarpulau di wilayah ini.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.