September 9, 2026

Media Terpercaya

BP Batam Dukung Ekspansi Bisnis Caterpillar

2 min read

Oplus_16777216

Batam, Nusantaratoday.net – Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Fary Djemy Francis menerima kunjungan dari PT Caterpillar Indonesia di Gedung Utama BP Batam pada Kamis (15/5/2025).

Kunjungan ini digelar dalam rangka menjalin hubungan yang lebih erat dan menjajaki peluang kerja sama serta pengembangan investasi di Batam.

Fary menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk membangun ekosistem investasi yang efisien, transparan, dan kompetitif di KPBPB Batam.

“Kami sangat menghargai inisiatif dari PT Caterpillar Indonesia. BP Batam akan terus memfasilitasi dukungan dan kebutuhan para investor melalui penyederhanaan proses bisnis dan digitalisasi layanan perizinan,” kata Fary.

Fary juga menegaskan bahwa Batam terus didorong menjadi Kawasan yang menarik bagi investor, yang di mana sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk menjadikan Batam sebagai destinasi utama investasi di Indonesia.

“Sebagaimana arahan Bapak Presiden kepada kami setelah dilantik Maret lalu, bagaimana agar menjadikan Batam sebagai kawasan berdaya saing untuk tujuan investasi,” ujar Fary.

Sementara, Government and Corporate Affairs Director, PT Caterpillar Indonesia, Dyah Kusumaningtyas, yang hadir bersama Direktur PT Caterpilar Indonesia Batam, Santi Wuthirat, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan yang diberikan oleh BP Batam.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan di Indonesia, serta upaya untuk memperluas jangkauan bisnis perusahaan.

“Kami melihat adanya potensi untuk terus berinvestasi di Batam. Kami berharap kerja sama ini dapat mendukung peningkatan layanan dan ekspansi pasar kami ke depannya,” pungkas Dyah.

Sebagaimana diketahui, Caterpillar Indonesia merupakan salah satu perusahaan terkemuka dalam industri alat berat dan mesin industri secara global dalam mendukung sektor pertambangan, konstruksi, energi, dan transportasi.(*/)

Berita lainnya  Sambangi BP Batam, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Kabupaten Malang Pelajari Tips Pengelolaan Kawasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.