September 9, 2026

Media Terpercaya

BP Batam Targetkan Realisasi Investasi Rp70 Triliun

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Kinerja investasi Batam sepanjang 2025 menunjukkan capaian melampaui target. BP Batam mencatat realisasi investasi mencapai Rp69,3 triliun atau sekitar 115,5 persen dari target Rp60 triliun yang telah ditetapkan.

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan, capaian tersebut dihitung menggunakan metodologi bottom-up yang merangkum realisasi proyek secara riil di lapangan.

“Tahun 2025 menjadi tahun yang sangat positif bagi iklim investasi Batam. Berdasarkan perhitungan metodologi bottom-up, realisasi investasi Batam mencapai Rp69,3 triliun, atau sekitar 115,5 persen dari target Rp60 triliun yang telah ditetapkan. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap Batam terus meningkat,” katanya, Senin (2/3).

Dari sisi komposisi, struktur penanaman modal dinilai relatif seimbang. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp18,43 triliun atau tumbuh 41,9 persen secara tahunan. Angka itu mencerminkan peningkatan partisipasi pelaku usaha nasional di tengah stabilitas kebijakan dan layanan perizinan yang dikembangkan otoritas kawasan.

Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp25,58 triliun atau meningkat 58,1 persen secara tahunan. Investor yang berkontribusi antara lain berasal dari Singapura, Taiwan, Tiongkok, Malaysia, dan Hong Kong.

“Komposisi investasi kita sehat. PMDN tumbuh signifikan, sementara PMA juga tetap kuat. Ini memperlihatkan bahwa Batam semakin dipercaya sebagai pintu masuk investasi regional,” kata Fary.

Dengan capaian tersebut, BP Batam menetapkan target investasi tahun ini paling sedikit Rp70 triliun. Ia bilang, sasaran tersebut disusun dengan mempertimbangkan tren pertumbuhan sebelumnya serta proyeksi ekspansi sejumlah sektor industri.

“Target Rp70 triliun realistis sekaligus mencerminkan optimisme kami terhadap momentum pertumbuhan Batam,” ujarnya.

Dalam strategi penguatan investasi, BP Batam terus melakukan promosi dan penjajakan pasar melalui berbagai forum internasional serta kegiatan roadshow ke sejumlah negara. Cara itu diarahkan untuk menarik industri berteknologi menengah dan tinggi, seperti elektronik, semikonduktor, logistik maritim, serta manufaktur bernilai tambah.

Berita lainnya  BP Batam Gelar Bimtek SPIP Terintegrasi, Dorong Wujudkan Good Governance

Meski demikian, peran PMDN tetap mendapat perhatian dalam kerangka kebijakan investasi daerah. Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, pertumbuhan investasi domestik dinilai mampu menjaga kesinambungan realisasi proyek di tengah dinamika global.

“Strategi kami bukan memilih antara PMA atau PMDN, melainkan memastikan keduanya tumbuh seimbang agar investasi Batam semakin kuat dan berkelanjutan,” ujar Fary.

Ia menambahkan, kombinasi promosi global dan penguatan ekosistem usaha dalam negeri menjadi pendekatan yang terus dikembangkan untuk menjaga ritme pertumbuhan investasi.

“Batam tidak hanya menawarkan lokasi strategis, tetapi juga kepastian sistem, kecepatan eksekusi, dan kepercayaan institusi, itulah yang membuat investasi terus tumbuh,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.