September 8, 2026

Media Terpercaya

PNBP BP Batam Tembus Rp899 Miliar, Amsakar Usulkan Anggaran 2027 Fokus Infrastruktur Strategis

2 min read

Oplus_16908288

Nusantaratoday.net, Batam – Kinerja keuangan Badan Pengusahaan (BP) Batam hingga pertengahan Juni 2026 menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat mencapai Rp899,23 miliar atau 36,73 persen dari target tahunan, meningkat 19,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, realisasi belanja BP Batam juga mengalami kenaikan signifikan. Hingga 15 Juni 2026, total belanja mencapai Rp546,75 miliar atau tumbuh 19,64 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan peningkatan realisasi PNBP menjadi indikator positif terhadap pertumbuhan aktivitas investasi dan ekonomi di Kota Batam.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan investor terhadap Batam sebagai salah satu kawasan investasi unggulan di Indonesia.

“Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan investor terhadap Batam semakin tinggi dan kinerja keuangan BP Batam semakin baik serta optimal. Kami ingin mengoptimalkan penggunaan PNBP ini agar percepatan program pembangunan infrastruktur dapat terselesaikan secara maksimal,” ujar Amsakar, Jumat (19/6/2026).

Amsakar menambahkan peningkatan realisasi belanja juga mencerminkan percepatan pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat maupun pelaku usaha.

Usulkan Pergeseran Anggaran 2027

Dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI beberapa hari lalu, Amsakar memaparkan bahwa BP Batam memperoleh pagu indikatif tahun anggaran 2027 sebesar Rp2,437 triliun. Seluruh anggaran tersebut bersumber dari skema pembiayaan PNBP.

Alokasi anggaran tersebut terbagi dalam dua program utama, yakni Program Dukungan Manajemen sebesar Rp1,094 triliun dan Program Pengembangan Kawasan Strategis sebesar Rp1,343 triliun.

Namun, bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, Amsakar mengusulkan rekomposisi anggaran agar porsi belanja pembangunan dapat diperbesar.

Berita lainnya  Sambut Tahun 2026, BP Batam Optimistis Investasi Kian Meningkat

Dalam usulan tersebut, anggaran Program Dukungan Manajemen akan dikurangi sebesar Rp131,26 miliar atau sekitar lima persen dari total pagu dan dialihkan ke Program Pengembangan Kawasan Strategis.

Langkah itu bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran dengan mengurangi belanja operasional rutin dan memperbesar belanja modal yang dinilai lebih produktif serta berdampak langsung terhadap pembangunan.

“Penguatan anggaran pembangunan tersebut akan diarahkan untuk mendukung pengembangan sumber daya air dan jaringan distribusi air minum, pengembangan infrastruktur lingkungan hidup termasuk instalasi pengolahan air limbah dan pengelolaan limbah B3, serta penguatan konektivitas darat seperti drainase dan infrastruktur jalan,” kata Amsakar.

Fokus Perkuat Daya Saing Investasi

Menurut Amsakar, rekomposisi anggaran tersebut merupakan bagian dari strategi BP Batam untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan utama investor sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ia menilai pembangunan infrastruktur yang memadai akan memperkuat daya saing Batam sebagai kawasan investasi, sehingga mampu menarik lebih banyak investor dan menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.

Melalui optimalisasi anggaran pembangunan, BP Batam berharap berbagai proyek strategis dapat berjalan lebih cepat, iklim investasi semakin kompetitif, dan kontribusi Batam terhadap pertumbuhan ekonomi nasional terus meningkat.

“Infrastruktur yang andal akan memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi. Ketika investasi tumbuh, lapangan kerja akan terbuka, aktivitas ekonomi meningkat, dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Inilah yang menjadi fokus utama BP Batam dalam perencanaan anggaran tahun 2027,” ujar Amsakar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.