September 9, 2026

Media Terpercaya

Batam Ditargetkan Menjadi Pusat Ekspor Teknologi Asia Tenggara

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Ambisi menjadikan Batam sebagai pusat teknologi dan inovasi berkelas dunia mulai diwujudkan. Dimana Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam menjalin kerja sama membangun ekosistem riset dan teknologi yang akan mengubah wajah Batam dari kawasan industri manufaktur menjadi pusat ekspor teknologi di Asia Tenggara.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad mengatakan kerja sama ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun kawasan inovasi yang menghubungkan dunia riset, industri, investasi, dan pasar global.

BP Batam menilai, pembangunan Batam Science and Technology Park diharapkan mampu mempercepat masuknya investasi berkualitas sekaligus menghadirkan solusi teknologi bagi berbagai kebutuhan industri yang berkembang pesat di Batam.

Menurut Sudirman, salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah investasi pusat data atau data center yang diproyeksikan mencapai Rp130 triliun dalam tiga tahun ke depan.

“Pertumbuhan investasi data center di Batam sangat pesat. Tantangan utama yang kami hadapi adalah kebutuhan air dan listrik. Karena itu, kami berharap BRIN dapat membantu menghadirkan berbagai solusi inovatif, mulai dari pengelolaan waduk, pemanfaatan air laut, hingga pengembangan floating solar panel,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, pengembangan Batam Science and Technology Park dapat menjadi titik balik transformasi ekonomi Batam menuju ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi.

Pihaknya memperkirakan kehadiran kawasan tersebut berpotensi meningkatkan nilai ekspor produk teknologi Batam hingga Rp21,7 triliun per tahun.

“Untuk bersaing dengan pusat inovasi global seperti Shenzhen, Batam membutuhkan ekosistem yang mampu menghubungkan riset dengan kebutuhan industri secara langsung,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BRIN, Arif Satria menilai pembangunan Batam Science and Technology Park akan menjadi penghubung penting antara lembaga riset, perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor industri sehingga hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dihilirisasikan menjadi produk bernilai ekonomi.

Berita lainnya  Progres Pembangunan Fly Over Sei Ladi Batam Capai 45 Persen

“Science and Technology Park menjadi jembatan antara dunia riset dan dunia industri. Inovasi hanya akan memberikan dampak jika dapat diterapkan untuk menyelesaikan persoalan nyata dan menjawab kebutuhan pembangunan,” jelasnya.

Arif juga menegaskan bahwa Batam harus mulai bertransformasi, dari kawasan yang selama ini dikenal sebagai pusat manufaktur dan logistik menjadi pusat riset terapan dan teknologi berdaya saing global.

Batam bahkan dinilai memiliki peluang untuk meniru kesuksesan Shenzhen, China, yang kini dikenal sebagai salah satu pusat teknologi terbesar di dunia.

“Batam harus naik kelas dari sekadar kawasan manufaktur dan logistik menjadi pusat inovasi, riset terapan, dan ekspor teknologi. Kita bisa belajar dari Shenzhen yang berhasil menjadikan kawasan science and technology park sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.