September 9, 2026

Media Terpercaya

Wamen BUMN dan Dirut Jasa Raharja: LRT Moda Transportasi yang Praktis Bagi Masyarakat

2 min read

Nusantaratoday.net, Jakarta || Light Rapid Transit (LRT) Jabodebek mulai beroperasi setelah diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo, di Stasiun Cawang, Jakarta Timur, pada Senin, (28/08/2023).

Angkutan massal tanpa masinis ini merupakan karya anak bangsa dan menjadi LRT pertama yang dimiliki Indonesia.
Wakil Menteri BUMN Rosan Roeslani, yang turut hadir dalam peresmian
tersebut mengatakan, bahwa LRT memiliki peran penting sebagai solusi transportasi massal yang efisien dalam mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di kawasan metropolitan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

“LRT Jabodebek hadir sebagai solusi yang praktis untuk mengurangi beban
pada jaringan jalan raya yang sudah padat. Selain itu, LRT juga memberikan alternatif transportasi yang lebih ramah lingkungan,” ucap Rosan.

Lebih lanjut Rosan mengatakan, bahwa LRT Jabodebek merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menyediakan transportasi yang aman dan nyamanserta terintegrasi. Di sisi lain, hadirnya alternatif moda transfortasi itu juga diharapkan akan berdampak pada penggunaan kendaraan pribadi yang
berkontribusi pada polusi udara dan kemacetan.

“Dengan resmi beroperasinya LRT Jabodebek, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan moda transportasi ini sebagai alternatif yang praktis dan efisien dalam mobilitas sehari-hari,” imbuh Rosan.

Jasa Raharja sebagai BUMN yang bertugas memberikan jaminan perlindungan dasar terhadap korban kecelakaan lalu lintas, termasuk para penumpang moda transportasi umum, juga turut serta menyaksikan peresmian LRT Jabodebek itu.

Hal senada juga disampaikan Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A.
Purwantono, yang juga hadir dalam peresmian LRT Jabodebek tersebut.
Menurutnya, dengan diresmikannya angkutan massal itu, maka akan semakin memberikan banyak pilihan moda transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat. “Kehadiran LRT ini tentunya juga akan meningkatkan integrasi modal transportasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya,” ujar Rivan.

Berita lainnya  PJS Labuhanbatu Berbagi Kasih: Menguatkan Solidaritas Antar Jurnalis

Rivan menyampaikan, meskipun dioperasikan tanpa awak, LRT Jabodebek memiliki keamanan dan sistem keselamatan yang baik. Oleh karena itu, angkutan umum ramah lingkungan tersebut diharapkan dapat mengurangi kemacetan sekaligus menekan kasus kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

“Sebagaimana yang selalu disampaikan Bapak Presiden Jokowi pada saat melakukan uji coba, kami juga meyakini bahwa pemerintah dan pihak pengelola sudah mempersiapkan kenyamanan dan keamanannya dengan baik,” ungkap
Rivan.

Rivan mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pengguna kendaraan
pribadi, agar dapat beralih menggunakan moda transportasi umum yang lebih aman dan nyaman.

“Selain untuk mengurangi kemacetan dan polusi, tentunya dengan
menggunakan angkutan umum yang sah juga akan mendapatkan kepastian jaminan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Rivan.

Sumber : Humas jasa Raharja
Editor : rml008

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.