September 8, 2026

Media Terpercaya

POLDA KEPRI GELAR PELATIHAN PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSI TEKNIS KEHUMASAN T.A 2023

2 min read

Nusantaratoday.net, Batam || Kapolda Kepri Irjen. Pol. Drs. Tabana Bangun, M.Si,. buka  Pelatihan Peningkatan Kemampuan Fungsi Teknis Bidang Kehumasan Polda Kepri Tahun Anggaran 2023 di Ballroom Hotel Pasifik Kota Batam, Senin (25/09/2023).

Dalam pembukaan kegiatan ini turut dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Kepri, Kepala Bidang Komunikasi dan Kehumasan Diskominfo Kepri Bapak Trio Andana, S.H., bersama Ibu Ummil Khalish, S.S., selaku Sub Koordinator Pengelolaan  Layanan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepri, Ketua KIP Kepri Bapak Hamdani, S.Sos., Ketua KPID Bapak Henky Mohari, S.Pt., Kepala Biro LKBN Antara Kepri Ibu Yunianti Jannatun Naim S.Sos, Perwakilan pimpinan Redaksi, Para Awak Media,
Para Kasihumas Polres/Ta Jajaran dan Anggota, dan Para Operator PPID Satker Polda Kepri.

Kapolda Kepri Irjen. Pol. Drs Tabana Bangun, M.Si., dalam sambutannya  mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kabidhumas Polda Kepri atas menyelenggarakan pelatihan peningkatan kemampuan fungsi teknis di bidang kehumasan ini. Humas merupakan cabang utama dalam kajian ilmu komunikasi.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk mempertajam kemampuan personel bidang Humas Polda Kepulauan Riau dan jajaran dalam menghadapi tantangan era digital yang penuh perkembangan informasi dan komunikasi. Saat ini, pembangunan karakter dan citra sebuah lembaga atau instansi telah menjadi kebutuhan vital, dan Humas yang berkualitas merupakan salah satu kunci sukses dalam upaya ini. Kehumasan tidak lagi hanya berperan sebagai kelompok orang dalam suatu lembaga, melainkan tugas semua anggota Polda Kepulauan Riau untuk mengkomunikasikan instansi ini kepada khalayak luas.

“Terakhir, dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam memajukan kemampuan kehumasan Polda Kepulauan Riau dalam menghadapi era digital yang semakin kompleks. Kehumasan yang baik tidak hanya akan memperkuat hubungan dengan masyarakat, tetapi juga membantu membangun citra positif Polda Kepulauan Riau di mata publik. Semoga hasil pelatihan ini dapat menghasilkan kemajuan yang signifikan bagi Polda Kepulauan Riau.” jelas Kapolda Kepri Irjen. Pol. Drs Tabana Bangun, M.Si

Berita lainnya  Dubes Jepang Berharap Investasi Jepang di Batam Terus Bertambah

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan Pengalungan tanda peserta pelatihan, Penyerahan Plakat Polda Kepri kepada  Narasumber dan foto bersama serta penyampaian materi oleh para Narasumber.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.