September 8, 2026

Media Terpercaya

Evaluasi Kinerja, BU SPAM BP Batam Gelar Raker

2 min read

Nusantaratoday.net, Batam || Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (BU SPAM) BP Batam bersama Mitra SPAM  menggelar Rapat Kerja (Raker) di Balairungsari, Batam Center, Rabu (11/10/2023).

Raker ini dilaksanakan selama tiga hari pada 11-13 Oktober 2023. Adapun peserta raker diikuti oleh Direktur BU SPAM, Denny Tondano dan jajaran di lingkungan BP Batam, Direktur Utama  PT Air Batam Hulu dan PT Air Batam Hilir, Mujiarman Sukirno bersama jajaran.

Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Wahjoe Triwidijo Koentjoro mengatakan, raker tersebut dilaksanakan untuk mengevaluasi dan melakukan penguatan profesionalitas dalam penyelenggaraan pelayanan air.

“Tujuan daripada raker ini akan mengevaluasi kinerja tahun 2023 dan rencana tahun 2024, apa yang menjadi tujuan SPAM, dan tentu layanan kepada masyarakat,” kata Wahjoe usai membuka raker.

Wahjoe juga menyampaikan, untuk mencapai target dan program harus dilakukan perencanaan, monitoring dan evaluasi secara sistematis dan terarah. Menurutnya juga, komunikasi yang baik dapat menguatkan  komitmen bersama demi kepentingan masyarakat.

“Ini kan tidak dikerjakan sendiri, dikerjakan dengan mitra maka harus ada keterbukaan sehingga kalau ada keterbukaan, ada komunikasi yang baik harapannya tidak akan muncul lagi masalah-masalah di lapangan,” ujarnya.

Senada, Direktur SPAM, Denny Tondano menekankan raker yang dilakukan pihaknya untuk mengevaluasi kinerja satu tahun pertama mitra operasional SPAM.

“Kita akan evaluasi kegiatan yang dilakukan dalam 1 tahun kerja sama, baru kemudian setelah itu kita akan tahu apa hambatan, apa yang harus dilakukan ke depan, walaupun sebenarnya rencana besarnya sudah ada,” jelas Denny.

Denny menambahkan pelayanan air menjadi perhatian utama pihaknya. Ia pun mengakui, pelayanan di masyarakat semakin meningkat setiap waktunya, walaupun masih membutuhkan waktu agar layanan dapat dijangkau sepenuhnya.

Berita lainnya  Respons Aksi “Pencurian Besi”, Wakil Kepala BP Batam Cek Langsung Terowongan Pelita

“Sebagaimana diperintahkan oleh Kepala BP Batam, Bapak Muhammad Rudi bahwa pelayanan air di Batam harus sangat baik dan tidak ada masyarakat yang tidak terlayani. Sehingga kita coba lakukan, hari ini sudah ada perbaikan, tapi belum maksimal,” sebutnya.

“Memang butuh waktu dan butuh kegiatan-kegiatan yang harus kita lakukan, kegiatan tambahan yang memang wajib dilakukan supaya pelayanan ini bisa membaik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.