September 8, 2026

Media Terpercaya

BP Batam Raih Lima Penghargaan dalam KPKNL Batam Stakeholders Award 2023

2 min read

Desaintoday.com, Batam || Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) berhasil meraih lima penghargaan dalam KPKNL Stakeholders Award 2023 yang diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang  (KPKNL) Batam pada hari Selasa (24/10/2023) di Balairungsari BP Batam.

Kelima penghargaan yang diterima BP Batam pada hari ini, yaitu sebagai berikut:
1. Peringkat 1 Koordinator Wilayah, Kategori Penatausahaan BMN
2. Peringkat 2 Kategori Penyelesaian Sertipikasi BMN Berupa Tanah
3. Peringkat 2 Penatausahaan BMN, Kategori Pelayanan Penilaian
4. Peringkat 3 Koordinator Wilayah, Kategori Pemohon Lelang
5. Apresiasi Atas Koordinasi Satuan Kerja selaku Penyerah Piutang

BP Batam dalam kegiatan ini diwakili oleh Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Wahjoe Triwidijo Koentjoro yang didampingi Kepala Biro Umum, Budi Susilo dan Kepala Biro Keuangan, Siswanto.

Wahjoe mengucapkan terima kasih kepada Kepala Biro Umum beserta jajarannya yang telah bekerja keras dalam mengelola Barang Milik Negara (BMN) hingga berhasil meraih penghargaan hari ini.

“Terima kasih kepada Kepala Biro Umum beserta jajaran dan pengelola BMN di lingkungan BP Batam yang telah bekerja keras dan cerdas sehingga berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan untuk BP Batam hari ini,” tutur Wahjoe.

Wahjoe juga mengapresiasi langkah Kepala BP Batam, Muhammad Rudi yang sangat concern terhadap pengelolaan BMN di lingkungan BP Batam.

“Pak Kepala BP Batam selama ini juga sangat menaruh perhatian terhadap pengelolaan BMN di lingkungan BP Batam sehingga dapat kita maksimalkan pemanfaatan berbagai BMN yang tercatat di kita (BP Batam),” ujar Wahjoe.

Setelah penghargaan ini diterima, Wahjoe berharap agar seluruh pengelola BMN di lingkungan BP Batam dapat terus termotivasi untuk dapat mengelola aset serta keuangan negara secara akuntabel sesuai aturan yang berlaku.

Berita lainnya  Langkah Preventif Perkuat Integritas, BP Batam Terbitkan SE Pencegahan Gratifikasi Jelang Idulfitri 1447 H

“Semoga seluruh penghargaan ini bisa terus menjadi motivasi bagi kami untuk mengelola BMN serta keuangan negara dengan maksimal,” pungkas pria yang pernah menjabat sebagai Inspektur I di Kementerian Keuangan ini. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.