September 8, 2026

Media Terpercaya

BP Batam Investment Awards 2023, Apresiasi bagi Korporasi dan Tokoh Berpengaruh

2 min read

Nusantaratoday.net, Batam || Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali akan menyelenggarakan Invesment Awards pada tahun 2023 di Radisson Hotel, pada Jumat, (27/10/2023). Invesment Awards 2023 merupakan bentuk penghargaan dari BP Batam terhadap para pelaku bisnis yang memiliki kinerja cemerlang.

Mengusung tema “Terus Melaju Munuju Batam Kota Baru” BP Batam Investment Awards 2023 akan memberikan 10 kategori penghargaan yaitu Tokoh Lifetime Achievement, Tokoh Logistik dan Forwarder, PMA Kepatuhan Pelaporan Penyampaian LKPM, PMA dengan Ekspor tertinggi.

Kemudian kategori PMA dengan realisasi investasi terbesar, PMA dengan Perluasan Terbesar, PMA Galangan Kapal Terbaik, PMA Manufaktur Amerika Serikat Tertinggi, Perusahaan dengan Tenaga Kerja Terbanyak dan Terbaik dan Kawasan Industri Terintegrasi Terbaik.

“Ajang ini merupakan penghargaan untuk perusahaan-perusahaan dengan ketaatan dan kepatuhan dalam berinvestasi di Indonesia, khususnya Batam. BP Batam berikan penghargaan untuk 10 kategori, 2 diantaranya untuk tokoh,” kata Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait usai gelaran upacara Hari Bakti BP Batam ke 52 tahun, Kamis, (26/10/2023).

Ajang ini semakin spesial dengan adanya penayangan video animasi tentang sinergi dari seluruh Forkopimda dalam pembangunan kota Batam. Video ini tentunya dapat dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat. Sebab, video dalam bentuk animasi tersebut akan mudah dipahami atau dicerna oleh setiap kelompok usia.

“Video animasi ini merupakan hasil kolaborasi antara BP Batam dengan Nongsa Digital Park, dalam mengembangkan pembangunan di kota Batam terutama Rempang Eco City,” sebutnya.

Ia menambahkan, pada ajang tersebut akan dihadiri delegasi mitra Indonesia yakni Konsulat Jenderal Singapura untuk Indonesia yang berada di Batam dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat yang berada di Medan. “Kedua konjen itu pun akan turut menyerahkan awards,” ujarnya.

Berita lainnya  Semarak Hari Bakti, BP Batam Bersama Komunitas Kampung Seni Batam Gelar Pameran Lukisan

Selain itu, turut mengundang jajaran Forkopimda Kepri dan Batam, Asosiasi Pelaku Usaha dan insan pers yang berada di Batam. Menurutnya, kehadiran tamu undangan memiliki makna tersendiri atas capaian BP Batam selama ini.

“Para tamu undangan ini, diundang sebagai bentuk apresiasi atas sumbangsih mereka dalam pelaksanaan program-program di BP Batam,” tutupnya. (**)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.