September 8, 2026

Media Terpercaya

Sukses Jalankan Inovasi Digital, Jasa Raharja Raih Tiga Penghargaan di Ajang Indonesia Digital Innovation and Achievement Awards 2023

2 min read

Nusantaratoday.net, Jakarta || Jasa Raharja meraih tiga penghargaan pada ajang Indonesia Digital Innovation and Achievement Awards 2023.

Kedua penghargaan tersebut, yakni “Best Overall Indonesia Digital Innovation and Achievement 2023”, “Best Inovation and IOT Implementation 2023, dan “Best Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Digital Innovation and Achievement of The Year 2023” yang disematkan kepada Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan A. Purwantono.

Sejumlah penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua Penyelenggara Indonesia Digital Innovation and Achievement Awards 2023, Sukatna Panca Miharja, kepada Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A. Purwantono, yang didampingi Corporate Secretary Jasa Raharja Dodi Apriansyah, dan Kepala Divisi Teknologi Informasi dan
Komunikasi Jasa Raharjadi Dwi Sasono, di Hotel Aryaduta, Jakarta, pada Rabu (08/11/2023).

Rivan menyampaikan, penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Insan Jasa Raharja untuk terus meningkatkan pengembangan diri dan berupaya aktif menciptakan inovasi digitalisasi layanan yang sesuai dengan kebutuhan seluruh stakeholders.

“Semoga penghargaan ini membawa kami, terutama Jasa Raharja, untuk semakin memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia dan terbang tinggi meraih cita cita perusahaan yang di harapkan oleh seluruh Insan Jasa Raharja,” ungkap Rivan.

Rivan mengatakan bahwa inovasi dan digitalisasi dalam proses bisnis telah menjadi concern Jasa Raharja sejak beberapa tahun terakhir, baik yang terkait dengan tata kelola perusahaan, maupun yang terkait dengan pelayanan, seperti JRKu, SiVERA, dan layanan berbasis aplikasi lainnya.

“Tentunya ini merupakan salah satu upaya kami untuk bisa terus meningkatkan pelayanan dan beradaptasi dengan perubahan
zaman,” ucap Rivan.

IDIA Awards 2023 diselenggarakan oleh Majalah Business in Asia dengan   mengusung tema ‘’Digital Innovation and IoT Implementation for Future Efficiency, Productivity and Security.” Ajang penghargaan ini bertujuan mengangkat dan memberikan apresiasi atas pencapaian inovasi dan implementasi internet of things(IoT) yang telah dilakukan perusahaan dan organisasi publik.

Berita lainnya  Capaian Pengawasan KPU Bea Cukai Tipe B Batam hingga Akhir Kuartal-3 Tahun ini

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.